Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
Atambua, RakyatNTT.ID – Proyek Jalan Halilulik-Teun di Desa Mandeu, Kecamatan Raimanuk, Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur (NTT), mulai menunjukkan kerusakan meski pekerjaan belum sepenuhnya rampung.
Kondisi ini memicu sorotan publik terhadap kualitas pekerjaan yang dibiayai Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Tahun 2025 tersebut.
Proyek yang dikerjakan oleh PT Timor Indah Mandiri itu diketahui menelan anggaran sebesar Rp17.007.916.000. Pekerjaan dimulai sejak penandatanganan kontrak pada 1 Desember 2025 dengan masa pelaksanaan 30 hari kalender. Namun hingga 24 Februari 2026, sejumlah item pekerjaan dilaporkan belum selesai.
Mirisnya, di beberapa titik ruas jalan yang telah diaspal justru sudah mengalami kerusakan. Aspal terlihat retak dan mengelupas di belasan titik, meski proyek masih dalam tahap pengerjaan.
Diduga Material Tak Sesuai Spesifikasi
Sejak awal, proyek ini telah menuai sorotan tajam dari masyarakat. Kuat dugaan bahwa kontraktor pelaksana mengabaikan kualitas pekerjaan. Material sirtu dan agregat yang digunakan disebut-sebut tidak memenuhi spesifikasi teknis.
Kerusakan yang muncul diduga akibat hamparan agregat yang tidak padat serta kadar lumpur yang melebihi batas ketentuan. Akibatnya, lapisan aspal di atasnya tidak mampu bertahan dan mengalami retak (aspal rerak) di sejumlah titik.




WA Channel
Ikuti Kami
Subscribe

