Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
Jakarta, RakyatNTT.ID – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) kembali tertekan pada akhir perdagangan Jumat (6/2/2026). Rupiah ditutup melemah 34,5 poin atau sekitar 0,20 persen ke level Rp16.876 per dolar AS.
Pelemahan rupiah dipengaruhi kombinasi sentimen eksternal dan domestik yang menekan pergerakan mata uang emerging market, termasuk Indonesia.
Pengamat pasar uang Ibrahim Assuaibi menjelaskan, dari sisi global, tekanan datang dari meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah. Para pejabat Amerika Serikat dan Iran dijadwalkan bertemu di Oman pada Jumat sore, di tengah situasi yang memanas setelah Washington mengerahkan sedikitnya dua armada angkatan laut ke kawasan tersebut.
“Pasar berharap pembicaraan antara Teheran dan Washington dapat meredakan ketegangan dan mencegah konflik yang lebih luas,” tulis Ibrahim dalam risetnya.
Namun demikian, optimisme pasar masih terbatas. AS dan Iran memiliki perbedaan pandangan terkait agenda pembicaraan. Iran menolak permintaan AS untuk membahas persenjataan rudalnya dan menegaskan diskusi hanya akan difokuskan pada isu ambisi nuklir Teheran.
Ibrahim menambahkan, posisi Iran sebagai produsen minyak utama yang berada di sekitar Selat Hormuz, jalur vital perdagangan minyak dunia, membuat setiap eskalasi ketegangan berpotensi memicu volatilitas tinggi di pasar keuangan global.




WA Channel
Ikuti Kami
Subscribe

