Kupang, RakyatNTT.ID – Universitas Nusa Cendana (Undana) terus memperkuat kolaborasi strategis dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ngada melalui koordinasi terkait riset, pengabdian kepada masyarakat, hingga pengembangan pendidikan bagi Aparatur Sipil Negara (ASN).

Penguatan kerja sama tersebut dibahas dalam pertemuan koordinasi Undana dan Pemkab Ngada yang berlangsung di Ruang Rapat 202 Rektorat Undana, Kupang, Kamis (29/10/2026).

Pertemuan tersebut membahas sejumlah agenda strategis, mulai dari keberlanjutan riset, pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik sesuai kebutuhan daerah, hingga wacana penyelenggaraan kelas jauh atau Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) untuk meningkatkan kapasitas ASN di Kabupaten Ngada.

Iklan

Pertemuan dipimpin Wakil Rektor I Bidang Akademik Undana, Prof. Dr. drh. Annytha Ina Rohi Detha, M.Si., didampingi Subkoordinator Kerja Sama Undana, Happy Haning, S.Si.

Sementara Pemkab Ngada diwakili Kepala Bidang Riset dan Inovasi Bapperida Ngada, Herman Rangga, S.E., M.M., serta Pengelola Teknologi Informasi, Agustinus Kelo, S.Kom.

KKN Tematik Disesuaikan dengan Kebutuhan Daerah

Wakil Rektor I Undana, Prof. Annytha Detha, menyambut baik komitmen Pemkab Ngada untuk memperkuat kerja sama dengan Undana.

Menurutnya, program pengabdian mahasiswa melalui KKN Tematik dapat diarahkan untuk menjawab persoalan strategis yang dihadapi masyarakat di Kabupaten Ngada.

“Terkait pengabdian mahasiswa dalam bentuk KKN Tematik, sangat bisa kita sesuaikan dengan isu strategis dari Pemkab Ngada. Kami meminta agar permasalahan di lapangan dapat disinergikan melalui usulan resmi Pemda, sehingga tema KKN bisa langsung masuk dalam sistem kami,” ujar Prof. Annytha.

Ia menegaskan, penyelarasan tema KKN dengan kebutuhan daerah penting agar kehadiran mahasiswa tidak hanya bersifat seremonial, tetapi mampu memberikan kontribusi nyata terhadap penyelesaian persoalan di masyarakat.

Sementara untuk pengabdian dosen, Prof. Annytha mendorong Pemkab Ngada menyampaikan surat resmi kepada Undana.

Melalui mekanisme tersebut, tim akademisi dapat turun langsung ke lapangan untuk melakukan pemetaan persoalan atau belanja masalah bersama pemerintah daerah.

Hasil pemetaan kemudian dapat menjadi dasar dalam menentukan wilayah percontohan atau model pengabdian yang dapat dikembangkan secara berkelanjutan.

Dorong Pembangunan Daerah Berbasis Riset

Kolaborasi Undana dan Pemkab Ngada juga diarahkan untuk memperkuat pembangunan daerah berbasis data dan hasil riset akademik.

Kerja sama tersebut diharapkan mampu membantu pemerintah daerah mengidentifikasi potensi sekaligus menyusun solusi terhadap berbagai persoalan pembangunan berdasarkan kondisi riil di lapangan.

Dengan pendekatan tersebut, riset perguruan tinggi tidak berhenti pada hasil kajian, tetapi dapat diterjemahkan menjadi program yang memiliki manfaat langsung bagi masyarakat.

KKN Tematik juga diharapkan menjadi salah satu instrumen untuk mempertemukan kapasitas akademik mahasiswa dan dosen dengan kebutuhan pembangunan desa di Kabupaten Ngada.

Pemkab Ngada Siapkan Peningkatan Kapasitas ASN

Perwakilan Pemkab Ngada, Herman Rangga, menyampaikan apresiasi terhadap respons Undana dalam menindaklanjuti kebutuhan daerah.

Pemkab Ngada berkomitmen segera menindaklanjuti hasil pertemuan, terutama melalui penyusunan dokumen perencanaan dan langkah konkret untuk merealisasikan program peningkatan kapasitas ASN.

Salah satu agenda yang menjadi perhatian adalah pengembangan akses pendidikan tinggi bagi ASN di Kabupaten Ngada.

Pengelola Teknologi Informasi Pemkab Ngada, Agustinus Kelo, menjelaskan bahwa wacana pembentukan kelas jauh atau PJJ muncul karena adanya kebutuhan peningkatan sumber daya manusia di daerah.

Program tersebut secara khusus diarahkan pada bidang kesehatan sesuai kebutuhan dan arahan pemerintah daerah.

Bahas PJJ dan Rekognisi Pembelajaran Lampau

Untuk merespons kebutuhan tersebut, Undana dan Pemkab Ngada turut membahas kemungkinan penerapan skema Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) serta kesiapan teknis penyelenggaraan PJJ.

Skema RPL dinilai dapat menjadi salah satu alternatif untuk mengakomodasi pengalaman dan kompetensi yang telah dimiliki peserta dalam melanjutkan pendidikan formal sesuai ketentuan yang berlaku.

Namun, Undana menegaskan bahwa pengembangan program studi baru maupun kelas jarak jauh harus dilakukan dengan memperhatikan regulasi pendidikan tinggi.

Karena itu, diperlukan pembentukan tim kerja khusus atau task force untuk mempersiapkan aspek akademik, kelembagaan, teknis, dan regulasi.

Pengembangan program tersebut juga harus mengikuti ketentuan Direktorat Kelembagaan Dikti Saintek, dengan mempertimbangkan fleksibilitas skema Pascasarjana (PPS) Undana.

Finalisasi Kerja Sama

Melalui pertemuan koordinasi tersebut, Undana dan Pemkab Ngada sepakat untuk melanjutkan pembahasan ke tahap yang lebih konkret.

Kedua pihak akan memfinalisasi draf perjanjian kerja sama, menyusun usulan resmi program tematik desa, serta mematangkan rencana pengembangan pendidikan bagi ASN.

Kerja sama tersebut diharapkan menjadi langkah strategis dalam memperkuat hubungan antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah.

Tidak hanya dalam bidang pendidikan, sinergi Undana dan Pemkab Ngada juga diarahkan untuk memperkuat riset, pengabdian masyarakat, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta pembangunan daerah berbasis kebutuhan dan data.

Dengan kolaborasi tersebut, Undana diharapkan semakin hadir sebagai mitra strategis pemerintah daerah dalam menjawab berbagai persoalan pembangunan sekaligus mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia di Kabupaten Ngada. (*/rnc)