Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
Nilai tersebut tercermin dalam filosofi “Titeng Kaka Aring, Taramiti Tominuku” yang menggambarkan kuatnya ikatan persaudaraan masyarakat Alor.
“Orang Alor ini kan basudara. Sebagai generasi muda, kita wajib melestarikan semangat persaudaraan itu. Jadikan lapangan voli ini sebagai tempat memperkuat semangat tersebut,” pesan Melky.
Ia berharap semangat persaudaraan tersebut tidak hanya menjadi slogan, tetapi diwujudkan dalam perilaku sehari-hari, termasuk ketika masyarakat menghadapi perbedaan pilihan, organisasi maupun kepentingan.
Bola Voli jadi Miniatur Kehidupan Bermasyarakat
Dalam sambutannya, Melky mengibaratkan permainan bola voli sebagai miniatur kehidupan bermasyarakat. Menurutnya, berbagai aturan dalam permainan memiliki nilai filosofis yang dapat diterapkan dalam kehidupan sosial.
Ia mencontohkan net yang menjadi batas antara dua tim. Menurutnya, keberadaan net menunjukkan bahwa perbedaan merupakan sesuatu yang harus dihormati, bukan dijadikan alasan untuk bermusuhan.
Setiap pihak harus memahami batas dan aturan yang berlaku tanpa membangun sekat permusuhan.
Proses mengoper bola sebelum melakukan serangan juga memiliki makna tersendiri. Menurut Melky, hal tersebut mengajarkan pentingnya mengolah informasi, menyusun strategi dan mengambil keputusan secara tepat, bukan bertindak secara spontan.





WA Channel
Ikuti Kami
Subscribe


Tinggalkan Balasan