Tambolaka, RakyatNTT.ID – Bupati Sumba Barat Daya (SBD), Nusa Tenggara Timur (NTT), Ratu Ngadu Bonnu Wulla, menegaskan pemerintah daerah terus menelusuri penyebab kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) yang berdampak pada melonjaknya harga jual di tingkat pengecer.

Ratu Wulla mengatakan, harga BBM eceran di wilayah Sumba Barat Daya dilaporkan mencapai Rp 60.000 hingga Rp 80.000, bahkan menembus Rp 100.000.

Menurut dia, kondisi tersebut perlu ditelusuri lebih jauh karena kuota BBM untuk Kabupaten SBD disebut masih tersedia.

Iklan

“Kalau kuota BBM untuk Sumba Barat Daya itu tidak masalah, itu masih tersedia. Tetapi ternyata di lapangan banyak yang mengeluh tidak mendapatkan BBM dan harganya cukup tinggi. Nah, ini kira-kira masalahnya di mana?” kata Ratu Wulla kepada sejumlah wartawan di Ruang Rapat Bupati SBD, Senin (2/11/2026).

Untuk mengatasi persoalan tersebut, pemerintah daerah memberlakukan pembatasan pembelian BBM, yakni Rp 50.000 per hari untuk sepeda motor dan Rp 150.000 per hari untuk mobil.

Kebijakan itu akan tetap diberlakukan hingga situasi kembali normal. Pemerintah daerah juga akan terus mengevaluasi kondisi di lapangan untuk mengetahui penyebab utama kelangkaan dan tingginya harga BBM.

Ratu Wulla menegaskan, pemerintah tidak akan menoleransi pelanggaran terhadap kebijakan yang telah ditetapkan.

Ia juga meminta dukungan kepolisian untuk melakukan pengawasan dan penertiban.

“Saya sudah bilang sama Kapolres untuk kita terus melakukan penindakan dan penertiban. Ini demi kebaikan masyarakat. Saya sebagai Bupati Sumba Barat Daya mendukung 1.000 persen untuk penertiban,” ujarnya.

Ia berharap kebijakan tersebut dapat membantu mengurai kemacetan dan mengatasi kesulitan masyarakat dalam memperoleh BBM dengan harga yang wajar.

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) SBD akan terus memantau perkembangan situasi sebelum menentukan langkah selanjutnya, termasuk mengevaluasi kebijakan pembatasan setelah kondisi pasokan dan distribusi BBM kembali normal. (rnc29)