oleh: Robert Kadang

Setahun sudah, Yayasan Felix Maria Go (YFMG) melakukan pendampingan pemberdayaan masyarakat di Kampung (Kuan) Maumolo. Jika selama ini warga Maumolo hanya bertahan hidup lantaran didera kekeringan selama puluhan tahun, kini kehidupan mereka bergeliat kembali. Kejayaan masa lampau sebagai daerah penghasil sayuran dan buah, perlahan tapi pasti mulai terlihat. Kebun dan ladang warga, kini menghasilkan.

Mereka mulai panen sayur sawi, kacang panjang, pokcay, terong, kangkung, cabe dan tomat. Tidak hanya untuk dikonsumsi sendiri, tapi hasil panen mereka mulai merambah pasar-pasar di Kota Kefamenanu, ibukota Kabupaten Timor Tengah Utara, Nusa Tenggara Timur. Bantuan dari YFMG bukan hanya di bidang pertanian, tapi juga di bidang sosial lainnya. Misalnya, membangun kembali rumah milik Theodorus Sife yang sudah tidak layak huni (bedah rumah), serta pembangunan sumur bor di beberapa titik.

Iklan

Melihat secercah harapan telah nampak di Kampung Maumolo, keluarga besar Yayasan Felix Maria Go mengunjungi kampung itu, pada Senin, 26 Oktober 2026. Mereka disambut gembira dan penuh haru oleh warga Maumolo. Bagi keluarga besar YFMG, setidaknya mereka telah berbagi kasih dengan cara memberikan bantuan sosial sebagai upaya pemberdayaan. Di sisi lain, masyarakat Maumolo benar-benar merasakan bantuan YFMG tersebut menyentuh langsung ekonomi kerakyatan mereka.

Inilah komentar warga Maumolo, terkait program pemberdayaan yang dilakukan Yayasan Felix Maria Go :

* Leonardus Site (Tokoh Adat/Agama)
Tuhan dan leluhur kita telah mengirimkan malaikat melalui Yayasan Felix Maria Go datang menghibur dan menolong kita. Sudah dibuktikan di Kuan Maumolo, ada lima bak penampung, lima sumur bor dan 10 buah fiber yang diberikan oleh Bapak Frans Go dan keluarga kepada masyarakat Maumolo untuk pemenuhan air bersih. Oleh sebab itu, saya sebagai tokoh adat menyampaikan terima kasih banyak, kiranya Tuhan tetap menyertai bapak dalam tugas dan karyanya.

* Meriana Albi (Tokoh perempuan/Pelaku UMKM)
Kehidupan sebagai petani ada pasang surut dalam memenuhi kebutuhan rumah tangga. Akan tetapi, hadirnya Bapak Frans Go melalui Yayasan Felix Maria Go yang dibentuk, telah mengubah ekonomi saya. Sejak Maret 2025, saya dan teman-teman membentuk Kelompok untuk bergerak di bidang UMKM, yakni pembuatan keripik pisang.

Saya dan teman-teman sangat bersyukur, karena Bapak Frans Go mendatangkan orang hebat dari Kupang datang ke Maumolo, dan melatih kami membuat kerepik yang baik, menarik, gurih dun enak dimakan, Juga bagaimana membuat racikan yang pas sehingga membuat lidah konsumen tertarik dan membeli produk kami. Kami juga sudah pasarkan di kios-kios keluarga di kampung, dan kami juga melayani permintaan dalam Kota Kefa.

* Stefanus Kefi (Tokoh Pemuda)
Saya mendengar kabar ada orang baik yang datang di Kampung Maumolo. Saya pun penasaran, siapa orang baik yang dimaksud? Ternyata, pada tanggal 26 Juni 2025, saya bertemu langsung dengan orangnya. Beliau adalah Bapak Fransiscus Go. Dalam perbincangan itu, beliau rupanya adalah orang yang telah membangun lima sumur bor di Kuan Maumolo, untuk memenuhi kebutuhan air bersih. Selain itu, bisa juga untuk tanam sayur mayur.

Saya lalu mendekati petugas yang dipercayakan oleh Bapak Frans Go, di Maumolo. Namanya Andre Setiawan. Setiap malam saya berdiskusi tentung bertani di bilang hortikultura. Beliau mengatakan, setiap orang pasti mau bertani, namun tidak semua orang punya komitmen untuk hidup sebagai petani. Akhirnya saya berkomitmen untuk bertani, karena bukan saja bukan orang berdasi yang bisa punya uang. Tetapi dengan bertani pun, pasti ada uangnya. Tinggal bagaimana kita mau berubah atau tidak. Hidup mu bisa berubah, akan ditentukan oleh diri mu sendiri, bukan orang lain. Terima kasih Bapak Frans Go dan keluarga besar YFMG, serta Mas Andre yang telah membimbing saya selama ini.

Sementara itu, Ketua Yayasan Felix Maria Go, Fransiscus Go, dalam cuitannya di Instagram miliknya menukiskan, hari ini keluarga besar Yayasan Felix Maria Go hadir di Maumolo, TTU, NTT, untuk melihat langsung perkembangan program pemberdayaan masyarakat, sekaligus meresmikan rumah yang telah rampung dibangun melalui program bedah rumah YFMG.

Kunjungan ini menjadi kesempatan untuk melihat bagaimana upaya pemberdayaan dan kepedulian sosial berjalan bersama dalam mendukung kehidupan masyarakat. Pembangunan rumah merupakan salah satu bagian dari upaya tersebut, sementara pemberdayaan membuka ruang bagi masyarakat untuk terus berkembang dan membangun masa depan yang lebih baik.

Semoga setiap langkah yang dijalankan YFMG dapat menghadirkan manfaat nyata, menumbuhkan harapan, dan memperkuat semangat masyarakat untuk terus maju. (*)