Tim PkM Undana bersama P4S Rumah Tani Sejahtera membuat dua kotak media budidaya berukuran 1 x 2 meter.

Media tumbuh diracik menggunakan campuran kotoran sapi matang, sekam padi bakar dan serbuk gergaji kayu. Bahan tersebut kemudian difermentasi menggunakan larutan EM4 dan gula air lokal selama lima hingga tujuh hari.

Setelah media siap, masyarakat mendapatkan pelatihan mengenai teknik penyusunan media serta penebaran kokon cacing secara bertahap.

Meski sempat menghadapi kendala kematian cacing hidup selama proses pengiriman, tim bersama mitra berhasil menebarkan sebanyak 1.800 kokon cacing Lumbricus sp. dalam tiga tahap.

Budidaya tersebut diarahkan untuk menghasilkan dua produk utama. Biomassa cacing akan dikembangkan sebagai bahan baku tepung cacing kaya protein untuk pakan ternak, sedangkan sisa proses budidaya akan dimanfaatkan menjadi pupuk organik vermikompos.

Dengan demikian, satu siklus budidaya dapat menghasilkan bahan yang kembali dimanfaatkan untuk sektor peternakan sekaligus pertanian.

Limbah Ternak Diubah Menjadi Sumber Pakan dan Pupuk

Konsep yang dikembangkan Undana tidak hanya berorientasi pada produksi cacing, tetapi juga pemanfaatan limbah pertanian dan peternakan.

Kotoran ternak serta sisa bahan pertanian yang sebelumnya berpotensi mencemari lingkungan dimanfaatkan sebagai media budidaya cacing.