Bagi Undana, kolaborasi ini menjadi ruang untuk merealisasikan program Riset Berdampak dan Guru Besar Berdampak dengan menjadikan persoalan riil masyarakat sebagai objek kajian sekaligus dasar penyusunan solusi.

Sejumlah isu prioritas yang menjadi perhatian antara lain pengentasan kemiskinan, pengelolaan sampah, penyakit pada ternak, budaya literasi sekolah, pelestarian situs sejarah, hingga perlindungan kawasan adat.
Bupati Sikka Juventus Prima Yoris Kago menekankan pentingnya memperkecil jarak antara dunia akademik dan birokrasi agar hasil penelitian tidak berhenti sebagai dokumen ilmiah.

Pemerintah daerah mendorong optimalisasi peran Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) sehingga hasil riset dapat digunakan sebagai instrumen pendukung kebijakan pembangunan.
“Riset akademis harus menjadi dasar penyusunan program dan kegiatan pembangunan daerah agar dapat berjalan secara optimal dan fungsional,” tegas Bupati Sikka.

Sinkronisasi juga diarahkan antara Rencana Induk Pengembangan Pembangunan (RIPP) dan Roadmap Pemajuan IPTEK dengan RPJMD serta RKPD Kabupaten Sikka 2027.

Dengan pola tersebut, hasil penelitian perguruan tinggi diharapkan dapat masuk ke dalam perencanaan pembangunan secara lebih terarah.

Undana dan Pemkab Sikka Petakan Program Prioritas 2027

Sub Koordinator Humas Undana Ollien Manggol mengatakan kunjungan tersebut sekaligus menjadi momentum untuk mempercepat penyusunan MoA dan mengidentifikasi program konkret yang dapat dijalankan bersama pada 2027.