Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
Temuan lapangan nantinya diharapkan dapat diterjemahkan menjadi materi edukasi bagi masyarakat dan tukang bangunan mengenai prinsip-prinsip konstruksi tahan gempa yang sederhana, mudah dipahami, dan dapat diterapkan sesuai kondisi setempat.
Dengan demikian, pengetahuan mengenai bangunan aman bencana tidak hanya berhenti di lingkungan akademik, tetapi juga dapat dimanfaatkan masyarakat dalam membangun maupun memperbaiki rumah mereka.
Survei di Tujuh Kabupaten Terdampak Gempa Flores
Survei lapangan akan dilaksanakan di tujuh kabupaten di Pulau Flores, yakni Kabupaten Sikka, Ende, Nagekeo, Ngada, Manggarai Timur, Manggarai, dan Manggarai Barat.
Data yang dihimpun dari wilayah terdampak akan menjadi dasar penyusunan rekomendasi teknis pembangunan rumah dan sekolah aman bencana. Hasil kajian juga diharapkan dapat mendukung perumusan kebijakan pembangunan pascabencana yang lebih memperhatikan aspek keselamatan struktur.
Kolaborasi akademisi, mahasiswa, dan Program SIAP SIAGA ini menjadi bagian dari upaya mendorong pemulihan pascagempa yang tidak hanya berorientasi pada pembangunan fisik, tetapi juga pada pengurangan risiko bencana di masa depan.
Pengalaman gempa Flores diharapkan dapat menjadi pelajaran penting bagi masyarakat dan pemerintah dalam memperbaiki standar pembangunan. Setiap temuan mengenai penyebab kerusakan bangunan dapat digunakan untuk mencegah kesalahan serupa, sementara penerapan konstruksi yang lebih aman diharapkan mampu mengurangi risiko korban jiwa ketika gempa kembali terjadi.

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan