Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
Kupang, RakyatNTT.ID – Kerusakan besar akibat gempa bumi Flores pada Agustus 2026 mendorong Universitas Katolik Widya Mandira (UNWIRA) bersama Program SIAP SIAGA untuk mencari solusi pemulihan yang tidak sekadar membangun kembali bangunan yang rusak.
Melalui program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik, sebanyak 21 mahasiswa Teknik Sipil UNWIRA akan turun langsung ke tujuh kabupaten terdampak gempa untuk mengkaji pola kerusakan bangunan sekaligus merumuskan rekomendasi teknis pembangunan rumah dan sekolah yang lebih aman terhadap gempa.
Data sementara BPBD Provinsi NTT per 27 September 2026 mencatat lebih dari 98.000 rumah dan 2.600 satuan pendidikan mengalami kerusakan di tujuh kabupaten terdampak, yakni Sikka, Ende, Nagekeo, Ngada, Manggarai Timur, Manggarai dan Manggarai Barat.
Besarnya dampak tersebut memunculkan pertanyaan penting dalam proses pemulihan: bagaimana memastikan rumah dan sekolah yang dibangun kembali tidak kembali mengalami kerusakan parah ketika gempa berikutnya terjadi?
Mahasiswa Turun Langsung ke Tujuh Kabupaten
KKN Tematik hasil kolaborasi UNWIRA dan Program SIAP SIAGA, Kemitraan Australia-Indonesia untuk Manajemen Risiko Bencana, diarahkan untuk menjawab kebutuhan tersebut melalui kajian teknis berbasis kondisi lapangan.

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan