Berdasarkan pengalamannya mengamati dampak berbagai gempa bumi di Indonesia selama lebih dari tiga dekade, Rani menilai kerusakan bangunan sekolah masih menjadi persoalan yang perlu mendapat perhatian serius.

Menurutnya, sekolah bukan hanya tempat berlangsungnya kegiatan belajar-mengajar, melainkan juga ruang penting bagi perlindungan dan keberlanjutan pendidikan anak-anak ketika bencana terjadi.

“Sekolah adalah tempat kita mendidik masa depan anak-anak kita. Melalui kajian ini, kami ingin melahirkan satu desain prototipe sekolah tahan gempa terstandar yang wajib diterapkan pemerintah dalam setiap pembangunan sekolah,” katanya.

Melalui prototipe tersebut, tim berharap tersedia rancangan yang dapat menjadi acuan dalam pembangunan sekolah yang lebih aman terhadap risiko gempa bumi.

Kualitas Material dan Praktik Konstruksi Turut Dikaji

Kajian UNWIRA dan SIAP SIAGA juga akan menyoroti kualitas material serta praktik konstruksi yang selama ini diterapkan masyarakat.

Beberapa aspek teknis yang menjadi perhatian meliputi mutu pasir, kualitas air yang digunakan dalam pekerjaan konstruksi, penggunaan tulangan baja, hingga metode pembangunan yang umum dilakukan di lapangan.

Faktor-faktor tersebut penting untuk dikaji karena keamanan bangunan tidak hanya ditentukan oleh desain, tetapi juga oleh kualitas material dan ketepatan pelaksanaan konstruksi.