Berdasarkan data Integrated Road Safety Management System (IRSMS) Direktorat Lalu Lintas Polda NTT, sepanjang 2025 tercatat 803 kejadian kecelakaan lalu lintas.

Jumlah tersebut meningkat 145 kejadian atau sekitar 22 persen dibandingkan 2024 yang mencatat 658 kejadian.

Dampak kecelakaan juga tergolong serius. Sepanjang 2025, sebanyak 148 orang meninggal dunia, 658 orang mengalami luka berat dan 1.019 orang mengalami luka ringan.

Data tersebut menjadi peringatan bahwa keselamatan lalu lintas tidak dapat hanya mengandalkan penindakan setelah pelanggaran terjadi.

Di sisi lain, jumlah pelanggaran lalu lintas pada 2025 tercatat 14.280 kasus, turun 1.491 pelanggaran atau sekitar 9 persen dibandingkan 2024 yang mencapai 15.771 pelanggaran.

Penurunan pelanggaran dinilai sebagai perkembangan positif. Namun, meningkatnya angka kecelakaan menunjukkan perlunya upaya lebih serius untuk membangun budaya tertib berlalu lintas.

“Keselamatan tidak cukup hanya diukur dari berkurangnya pelanggaran. Ukuran terpentingnya adalah semakin sedikit nyawa yang terancam dan semakin banyak masyarakat yang selamat sampai ke tujuan,” demikian amanat Kapolda NTT yang dibacakan Kapolres TTS.

11 Sasaran Operasi Patuh Turangga 2026

Kapolres TTS AKBP Kristiyan B. Martino menegaskan bahwa operasi menyasar berbagai potensi gangguan, ambang gangguan maupun gangguan nyata yang dapat memicu kemacetan, pelanggaran hingga kecelakaan lalu lintas.