Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
Tambolaka, RakyatNTT.ID – Kelompok Tani Gokat Indah di Desa Ramadana, Kecamatan Loura, Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD), Nusa Tenggara Timur (NTT), membutuhkan bantuan sumur bor untuk mengatasi kesulitan air yang menghambat pengembangan tanaman hortikultura, terutama di tengah musim kemarau.
Anggota Kelompok Tani Gokat Indah, Melkianus Nani Bora, mengatakan, selama ini kelompoknya harus membeli air menggunakan mobil tangki untuk menyiram tanaman dengan biaya Rp 120.000 per tangki.
Hal itu disampaikan Melkianus kepada wartawan pada Senin (26/10/2026).
Menurut dia, ketersediaan air menjadi salah satu kendala utama yang dihadapi para petani dalam mengelola lahan pertanian mereka.
“Saat ini kami membeli air dari tangki dan menyirami tanaman menggunakan air yang dibeli itu, tanpa menggunakan air sumur bor,” ujar Melkianus.
Ia menjelaskan, kelompok tani tersebut memiliki lahan sekitar 5 hektare. Namun, akibat keterbatasan sumber air, lahan yang dapat digarap saat ini baru sekitar setengah hektare.
Kondisi tersebut membuat pengembangan usaha hortikultura belum berjalan maksimal. Padahal, para anggota kelompok, khususnya petani muda, memiliki semangat untuk terus mengembangkan sektor pertanian.
Melkianus berharap pemerintah melalui dinas terkait, terutama Dinas Pertanian, dapat memberikan perhatian dan membantu menyediakan sumber air yang memadai bagi kelompok mereka.
Menurut dia, keberadaan sumur bor akan membantu petani memenuhi kebutuhan air untuk penyiraman tanaman sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap pembelian air tangki.
“Kami anak muda lebih semangat lagi dalam kegiatan tani hortikultura ini jika kebutuhan air dapat tercukupi,” katanya.
Selain menghadapi keterbatasan air, kelompok tersebut juga sedang mendampingi mahasiswa Universitas Katolik (Unika) Weetebula yang melaksanakan praktik di lokasi pertanian mereka.
Namun, keterbatasan fasilitas, terutama sumber air, menjadi tantangan tersendiri dalam mendukung kegiatan pertanian sekaligus proses praktik mahasiswa.
Melkianus berharap aspirasi kelompoknya dapat didengar oleh pihak-pihak terkait sehingga bantuan sumber air dapat diwujudkan.
Ia menilai, dukungan tersebut penting untuk mendorong produktivitas lahan dan meningkatkan semangat petani muda dalam mengembangkan usaha hortikultura.
Bagi Kelompok Tani Gokat Indah di Desa Ramadana, ketersediaan air bukan sekadar kebutuhan untuk menyiram tanaman, melainkan juga menjadi faktor penting agar potensi lahan pertanian yang mereka miliki dapat dimanfaatkan secara lebih optimal. (rnc29)






WA Channel
Ikuti Kami
Subscribe


Tinggalkan Balasan