Menurut dia, keberadaan sumur bor akan membantu petani memenuhi kebutuhan air untuk penyiraman tanaman sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap pembelian air tangki.

“Kami anak muda lebih semangat lagi dalam kegiatan tani hortikultura ini jika kebutuhan air dapat tercukupi,” katanya.

Selain menghadapi keterbatasan air, kelompok tersebut juga sedang mendampingi mahasiswa Universitas Katolik (Unika) Weetebula yang melaksanakan praktik di lokasi pertanian mereka.

Namun, keterbatasan fasilitas, terutama sumber air, menjadi tantangan tersendiri dalam mendukung kegiatan pertanian sekaligus proses praktik mahasiswa.

Melkianus berharap aspirasi kelompoknya dapat didengar oleh pihak-pihak terkait sehingga bantuan sumber air dapat diwujudkan.

Ia menilai, dukungan tersebut penting untuk mendorong produktivitas lahan dan meningkatkan semangat petani muda dalam mengembangkan usaha hortikultura.

Bagi Kelompok Tani Gokat Indah di Desa Ramadana, ketersediaan air bukan sekadar kebutuhan untuk menyiram tanaman, melainkan juga menjadi faktor penting agar potensi lahan pertanian yang mereka miliki dapat dimanfaatkan secara lebih optimal. (rnc29)