Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
Kupang, RakyatNTT.ID – Anggota DPRD Kabupaten Kupang dari Partai Perindo, Ary Buraen, meminta pemerintah daerah lebih cermat menentukan skala prioritas pembangunan di tengah keterbatasan fiskal daerah.
Menurut Ary, kondisi keuangan daerah yang terbatas mengharuskan pemerintah memastikan setiap anggaran pembangunan benar-benar diarahkan pada program yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
Ia menilai, masyarakat Kabupaten Kupang saat ini masih menghadapi berbagai persoalan pelayanan dasar, terutama menyangkut infrastruktur jalan, ketersediaan air, pendidikan, dan kesehatan.
“Masyarakat lebih membutuhkan pelayanan dasar daripada patung. Saat ini masih banyak persoalan mendasar yang dihadapi masyarakat, mulai dari jalan, air, pendidikan sampai kesehatan. Karena itu, pemerintah perlu melihat kebutuhan masyarakat berdasarkan skala prioritas,” ujar Ary.
Pembangunan Estetika Tetap Bisa Dilakukan
Ary menegaskan, pembangunan patung maupun fasilitas yang memiliki nilai estetika tidak harus dipersoalkan selama direncanakan secara matang dan memberikan manfaat bagi daerah.
Namun, menurutnya, pembangunan yang bersifat estetis jangan sampai menggeser kebutuhan dasar masyarakat yang lebih mendesak.
“Patung boleh dibangun, tetapi jangan sampai kita melupakan pelayanan dasar kepada masyarakat. Pemerintah harus bijaksana dalam menentukan skala prioritas, apalagi kemampuan fiskal daerah kita terbatas,” katanya.
Ia menilai pemerintah perlu menempatkan kebutuhan masyarakat sebagai dasar utama dalam menentukan program pembangunan, terutama ketika ruang fiskal daerah semakin terbatas.
Anggaran Pembangunan Merupakan Uang Rakyat
Ary juga mengingatkan bahwa setiap rupiah yang dikelola pemerintah harus dapat dipertanggungjawabkan kepada masyarakat.
Pasalnya, sumber anggaran pembangunan berasal dari uang publik, termasuk pajak dan berbagai penerimaan yang dibayarkan masyarakat.
“Jangan kita lupa bahwa uang yang dikelola pemerintah adalah uang rakyat. Masyarakat membayar pajak dan berbagai kewajiban lainnya. Karena itu, setiap penggunaan anggaran harus benar-benar dipertimbangkan manfaat dan urgensinya bagi masyarakat,” tegasnya.
Karena itu, ia mendorong pemerintah Kabupaten Kupang memastikan anggaran terlebih dahulu diarahkan pada program yang berdampak langsung terhadap kehidupan masyarakat.
Jalan, Air, Pendidikan dan Kesehatan jadi Prioritas
Ary mencontohkan pembangunan infrastruktur jalan yang dapat membuka akses ekonomi masyarakat. Jalan yang layak, kata dia, akan mempermudah mobilitas warga sekaligus mendukung distribusi barang dan aktivitas perekonomian.
Sementara ketersediaan air bersih berkaitan langsung dengan kebutuhan dasar masyarakat sehari-hari.
Di sektor pendidikan dan kesehatan, pemerintah juga perlu memastikan masyarakat mendapatkan pelayanan yang memadai sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia.
“Kalau fiskal kita terbatas, maka pemerintah harus semakin cermat. Jangan sampai anggaran habis untuk sesuatu yang sifatnya bukan kebutuhan paling mendesak, sementara masih ada masyarakat yang kesulitan mendapatkan air, akses jalan yang layak, fasilitas pendidikan dan pelayanan kesehatan,” ujarnya.
Ukuran Pembangunan Bukan Sekadar Bangunan Fisik
Ary menambahkan, keberhasilan pembangunan daerah tidak semestinya hanya diukur dari banyaknya bangunan atau ornamen yang terlihat secara fisik.
Menurutnya, indikator yang lebih penting adalah sejauh mana masyarakat merasakan manfaat dari pembangunan tersebut.
“Pembangunan yang baik adalah pembangunan yang manfaatnya dirasakan masyarakat. Ketika masyarakat mendapatkan jalan yang layak, air yang cukup, pendidikan yang baik dan pelayanan kesehatan yang memadai, maka di situ negara benar-benar hadir,” pungkas Ary.
Pernyataan tersebut menjadi dorongan agar pemerintah Kabupaten Kupang menempatkan pelayanan dasar dan kebutuhan masyarakat sebagai prioritas utama, terutama dalam situasi fiskal daerah yang terbatas. (rnc04)

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan