Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
“Sebaliknya, jika bukti dukung yang dijanjikan tidak dapat ditunjukkan, nilai bisa menyesuaikan kembali,” ujar Ridwan.
Sementara itu, Analis Kebencanaan Ahli Muda BNPB, Asfermanto Wasono Adi, menjelaskan bahwa rendahnya skor NTT pada 2021 tidak terlepas dari keterbatasan proses pengumpulan data saat pandemi COVID-19.
Saat itu, proses penilaian dipusatkan di Jakarta dengan keterlibatan perwakilan OPD dari NTT yang terbatas. Kondisi tersebut menyebabkan sejumlah indikator belum dapat diisi secara optimal.
Pada penilaian 2026, BNPB mengubah pendekatan dengan mendatangi langsung provinsi. Dengan metode tersebut, OPD dan mitra memiliki kesempatan lebih luas untuk menjelaskan program, mengonfirmasi capaian, sekaligus menyerahkan dokumen pendukung.
Karena itu, kenaikan skor IKD NTT perlu dilihat tidak hanya sebagai peningkatan angka, tetapi juga sebagai hasil dari proses pendataan yang lebih lengkap.
IKD jadi Bagian Penting Kajian Risiko Bencana
Asfermanto menegaskan bahwa IKD bukan sekadar angka, melainkan gambaran mengenai tingkat ketangguhan pemerintah daerah bersama seluruh unsur pentahelix.
Setelah seluruh bukti pendukung terkumpul, BNPB akan melakukan verifikasi dan konfirmasi ulang bersama BPBD NTT sebelum menetapkan nilai final.

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan