Menurutnya, perkembangan teknologi digital berlangsung sangat cepat dan membawa perubahan besar terhadap pola komunikasi masyarakat. Kehadiran kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI), perubahan algoritma media sosial, serta berkembangnya video manipulatif berbasis deepfake menjadi tantangan baru bagi dunia komunikasi.

“Kegiatan kuliah umum oleh dosen tamu, baik nasional maupun internasional, adalah hal yang sangat berguna bagi FISIP, khususnya pada prodi, yaitu memberikan kontribusi bagi peningkatan akreditasi program studi,” ujar William.

Ia juga menyoroti perubahan bentuk penyebaran informasi palsu yang kini tidak hanya berupa teks, tetapi dapat dikemas dalam bentuk video yang tampak meyakinkan sehingga berpotensi menyesatkan masyarakat.

“Dalam dua tahun, dunia digital sudah melahirkan tiga generasi, yaitu AI, TikTok berganti algoritma 10 kali, dan hoaks sudah berevolusi dari teks menjadi video deepfake yang sangat meyakinkan. Di sinilah letak relevansi ilmu komunikasi,” tegasnya.

Menurut William, perkembangan tersebut menuntut mahasiswa Ilmu Komunikasi untuk terus memperbarui pengetahuan, meningkatkan literasi digital, serta memiliki kemampuan memverifikasi informasi sebelum menyebarkannya kepada publik.

Empat Peran Mahasiswa Ilmu Komunikasi di Ruang Digital

Dalam kesempatan itu, William juga menguraikan empat peran penting yang perlu dijalankan mahasiswa Ilmu Komunikasi di tengah derasnya arus informasi digital.