Ketua Panitia Festival Budaya TTS 2026, Okran K.R. Betty, S.Hut., menjelaskan kegiatan tersebut dirancang sebagai ruang edukasi sekaligus apresiasi terhadap kekayaan budaya lokal.

Menurutnya, festival tidak hanya bertujuan memberikan hiburan kepada masyarakat, tetapi juga menjadi instrumen untuk menjaga agar nilai-nilai luhur warisan leluhur tetap dikenal dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Festival juga diharapkan dapat memperkuat persatuan dan kesatuan, meningkatkan daya tarik pariwisata, mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif, serta menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap seni dan budaya TTS.

236 Pelajar Ikuti Beragam Lomba Budaya

Sebanyak 236 peserta ambil bagian dalam berbagai perlombaan seni dan budaya yang diperuntukkan bagi pelajar SD dan SMP.

Sejumlah mata lomba yang digelar antara lain Tarian Telsain, Tarian Bonet, Tarian Maekat, tarian kreasi, serta komedi tunggal atau stand-up comedy menggunakan bahasa Dawan.

Keterlibatan pelajar dalam festival tersebut menjadi bagian penting dari strategi regenerasi budaya. Generasi muda tidak hanya menjadi penonton, tetapi terlibat langsung dalam mempraktikkan seni tradisional dan bahasa daerah.

Panitia berharap kegiatan ini mampu meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap budaya lokal, melestarikan warisan leluhur, mempererat persatuan dalam keberagaman, serta membuka ruang bagi generasi muda untuk mengembangkan minat dan bakat di bidang seni budaya.