“Untuk Desember, sudah hampir sebagian besar wilayah Indonesia sudah warna hijau, artinya sudah curah hujan tinggi,” kata Fachry.

Meski demikian, BMKG mengingatkan masyarakat dan pemerintah daerah agar tidak menganggap masuknya musim hujan sebagai tanda bahwa seluruh wilayah Indonesia telah terbebas dari risiko kekeringan dan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Distribusi hujan yang tidak merata membuat tingkat kerawanan bencana hidrometeorologi tetap berbeda antara satu daerah dengan daerah lainnya.

Karena itu, penanganan karhutla perlu disesuaikan dengan kondisi masing-masing wilayah, terutama daerah yang masih mengalami periode kering panjang dan memiliki tingkat kerawanan karhutla yang tinggi.

Dengan demikian, meskipun El Nino diprediksi bertahan hingga awal 2027, masuknya musim hujan secara bertahap di Indonesia menjadi faktor penting yang dapat mengurangi dampaknya terhadap kondisi kekeringan di sejumlah wilayah. (*/rnc)