Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
“Kami berharap kolaborasi ini membantu meningkatkan kualitas dan efisiensi produk Tefa kami, seperti mendorong pemasaran kacang gula dan keripik masuk ke supermarket, serta mengatasi kendala pengolahan bahan baku minyak kemiri yang masih berupa biji utuh,” ungkap Altje.
Sekolah Dorong Dukungan Sertifikasi dan Bahan Baku
Dalam pelaksanaan pengembangan produk Tefa dan OSOP, pihak sekolah masih menghadapi sejumlah kendala, terutama terkait bahan baku, sertifikasi, serta penguatan akses pasar.
SMKN 3 Kupang berharap pendampingan Undana dapat membantu membuka akses terhadap bahan mentah dengan harga yang lebih terjangkau.
Selain itu, sekolah berharap proses sertifikasi BPOM dan halal untuk produk yang dihasilkan dapat dipercepat sehingga produk memiliki peluang lebih besar memasuki pasar modern.
Pihak sekolah juga mendorong adanya kebijakan dari pemerintah provinsi maupun pemerintah pusat terkait keterlibatan guru dalam aktivitas Tefa dan OSOP.
Salah satu usulan yang disampaikan adalah agar aktivitas guru dalam pengembangan unit produksi sekolah dapat dikonversi sebagai bagian dari jam mengajar.
Melalui kolaborasi tersebut, penguatan OSOP diharapkan tidak hanya meningkatkan kemampuan produksi siswa, tetapi juga membangun keterampilan kewirausahaan, memperluas akses pasar, dan membuka peluang kemandirian ekonomi bagi lulusan SMK.





WA Channel
Ikuti Kami
Subscribe


Tinggalkan Balasan