Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
BNPB mencatat jumlah pengungsi yang sebelumnya mencapai lebih dari 150 ribu jiwa, kini turun menjadi 46.461 jiwa.
Penurunan tersebut menunjukkan sebagian warga telah meninggalkan lokasi pengungsian. Namun, puluhan ribu warga masih membutuhkan penanganan dan dukungan selama proses pemulihan pascagempa berlangsung.
Lebih dari 103 Ribu Rumah Rusak
Selain korban jiwa dan pengungsi, BNPB masih melakukan pendataan terhadap kerusakan rumah warga akibat gempa Flores.
Hingga Selasa (15/9/2026), tercatat sebanyak 103.427 unit rumah mengalami kerusakan.
Kerusakan tersebut mencakup kategori rusak berat, rusak sedang, dan rusak ringan.
Berton mengatakan angka tersebut masih dalam proses validasi dan verifikasi bersama pemerintah daerah.
“Kami perlu memperoleh data by name by address, yaitu siapa pemilik dari setiap rumah tersebut dan alamatnya yang jelas,” jelasnya.
BNPB Validasi Data Kerusakan Rumah
Menurut Berton, proses validasi data menjadi bagian penting dalam penanganan pascabencana.
BNPB bekerja sama dengan pemerintah daerah, termasuk Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) serta Badan Pusat Statistik (BPS).
Pendataan secara by name by address diperlukan untuk memastikan identitas pemilik rumah dan lokasi bangunan yang mengalami kerusakan.

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan