Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
Tambahan pengiriman minyak mentah Arab Saudi melalui Oman turut mengurangi kekhawatiran pasar terhadap potensi gangguan pasokan energi.
Kondisi tersebut memberikan ruang bagi rupiah untuk menguat pada awal perdagangan Jumat.
Namun, penguatan rupiah masih menghadapi tantangan karena dolar AS tetap berada di level yang relatif tinggi.
Ekspektasi Suku Bunga Jadi Perhatian Investor
Pasar juga mencermati perbedaan antara proyeksi pejabat The Fed dan ekspektasi pelaku pasar mengenai arah suku bunga ke depan.
Pejabat The Fed memperkirakan masih terdapat satu kali kenaikan suku bunga tambahan pada 2026, sementara tidak ada perubahan suku bunga yang diproyeksikan pada 2027.
Sebaliknya, investor memperhitungkan kemungkinan kenaikan suku bunga yang lebih agresif, yakni lebih dari satu kali hingga akhir 2026 dan sekitar tiga kali tambahan hingga akhir 2027.
Perbedaan ekspektasi tersebut membuat pergerakan dolar AS masih berpotensi mengalami volatilitas.
Bagi rupiah, perubahan ekspektasi suku bunga AS menjadi salah satu faktor penting karena dapat memengaruhi arus modal global, imbal hasil aset keuangan, serta permintaan terhadap dolar AS.
Pasar Menanti Data APBN KiTa Agustus 2026
Dari dalam negeri, perhatian investor akan tertuju pada konferensi pers Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) KiTa yang dijadwalkan berlangsung Jumat.

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan