Beberapa hal yang menjadi perhatian antara lain peningkatan kualitas pelayanan, penguatan kelembagaan, kesiapsiagaan menghadapi kondisi darurat, serta optimalisasi program-program kemanusiaan agar dapat menjangkau masyarakat di seluruh wilayah Kabupaten Sabu Raijua.

Evaluasi tersebut diharapkan tidak berhenti pada pembahasan, tetapi ditindaklanjuti melalui langkah konkret dan perbaikan secara berkelanjutan.

Thobias berharap pembenahan yang dilakukan dapat membuat PMI Sabu Raijua semakin solid, profesional, dan mampu membangun kedekatan dengan masyarakat.

Menurutnya, keberadaan PMI harus benar-benar dirasakan ketika masyarakat membutuhkan pertolongan.

“Yang paling penting adalah bagaimana PMI benar-benar hadir ketika masyarakat membutuhkan. Kita harus membangun kepercayaan masyarakat melalui pelayanan yang nyata, cepat dan tulus,” pungkas Thobias.

Dengan penguatan internal, peningkatan kapasitas personel, serta kolaborasi yang semakin baik dengan berbagai pihak, PMI Kabupaten Sabu Raijua diharapkan mampu memperkuat perannya sebagai organisasi kemanusiaan yang responsif dan hadir untuk masyarakat di berbagai situasi. (*/rnc)