Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
Perbaikan juga harus mencakup peningkatan kualitas sumber daya manusia, penguatan koordinasi antarpengurus, kesiapsiagaan menghadapi kondisi darurat, serta kemampuan personel dalam merespons berbagai kebutuhan masyarakat.
Ia menilai kesiapan personel menjadi salah satu faktor penting dalam menentukan kualitas pelayanan organisasi kemanusiaan.
Karena itu, peningkatan kapasitas dan profesionalisme pegawai maupun relawan PMI perlu dilakukan secara berkelanjutan agar mereka mampu menjalankan tugas secara efektif ketika masyarakat membutuhkan bantuan.
PMI Diminta Perkuat Koordinasi
Ketua PMI Sabu Raijua juga meminta seluruh jajaran tidak bekerja secara sendiri-sendiri. Menurutnya, pelayanan kemanusiaan membutuhkan koordinasi dan kolaborasi dengan berbagai pihak.
Koordinasi perlu diperkuat, baik di internal organisasi maupun dengan Pemerintah Kabupaten Sabu Raijua, fasilitas kesehatan, relawan, dunia usaha, organisasi kemasyarakatan, serta unsur lainnya.
“Jangan bekerja sendiri-sendiri. Bangun koordinasi yang baik dan ciptakan kerja sama yang kuat. Dengan demikian, setiap persoalan dapat ditangani secara cepat dan tepat,” ujarnya.
Penguatan jejaring tersebut dinilai penting agar PMI dapat bergerak lebih cepat ketika menghadapi situasi darurat maupun ketika memberikan pelayanan kemanusiaan dalam kondisi normal.
Bahas Penguatan Kelembagaan dan Kesiapsiagaan
Dalam rapat tersebut, jajaran PMI Sabu Raijua turut membahas berbagai kebutuhan dan langkah strategis untuk memperkuat eksistensi organisasi.

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan