Kalabahi, RakyatNTT.ID – Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Universitas Tribuana Kalabahi (UNTRIB) Tahun 2026 resmi digelar.

Kegiatan yang berlangsung pada 7–9 September 2026 tersebut mengusung tema “Menjelajahi Kepulauan, Menciptakan Inovasi, dan Menghadirkan Dampak.”

PKKMB menjadi momentum awal bagi mahasiswa baru untuk mengenal lingkungan akademik, membangun relasi dengan sesama mahasiswa, sekaligus memahami peran dan tanggung jawab mereka sebagai bagian dari civitas akademika UNTRIB.

Ketua Panitia PKKMB UNTRIB 2026, Agustina Aloojaha, S.Pd., M.Li, mengatakan pelaksanaan kegiatan mengacu pada Surat Edaran Dirjen Pendidikan Tinggi Kemendikbud Nomor 631/E.E2/KM/2020 tentang Panduan Umum PKKMB Tahun 2020.

Menurutnya, PKKMB pada dasarnya bertujuan memberikan pengenalan awal kepada mahasiswa baru mengenai kehidupan perguruan tinggi.

“Selain itu, PKKMB juga merupakan wahana perkenalan awal antar sesama mahasiswa baru sehingga dapat mempererat tali persaudaraan. Kegiatan ini juga menjadi orientasi penyadaran mahasiswa sebagai insan akademik yang memiliki tanggung jawab sosial sebagaimana tertuang dalam Tri Dharma Perguruan Tinggi,” ujar Agustina.

Ia berharap seluruh rangkaian kegiatan, termasuk materi dan aksi sosial yang telah disiapkan panitia, dapat memberikan pengalaman yang bermakna bagi mahasiswa baru.

“Kegiatan ini dirancang dengan sebaik-baiknya dengan tujuan agar mereka memahami materi yang disampaikan oleh para pemateri hebat, lalu implementasinya diterapkan dalam kehidupan,” lanjutnya.

PKKMB UNTRIB 2026 Diwarnai Kehadiran Mahasiswa dari Luar Alor

PKKMB UNTRIB tahun ini dinilai memiliki nuansa berbeda dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Salah satu yang menjadi perhatian adalah semakin luasnya jangkauan promosi kampus hingga ke luar Kabupaten Alor.

Agustina mengatakan, keberhasilan promosi tersebut mulai terlihat dari latar belakang mahasiswa baru yang tidak hanya berasal dari Alor.

“Upaya-upaya kita untuk mempromosikan kampus UNTRIB mulai berhasil. Cita-cita kami untuk mempromosikan kampus ke ranah nasional maupun internasional sudah mulai tercapai karena hampir lebih dari 10 orang mahasiswa baru berasal dari luar Alor,” katanya.

Kehadiran mahasiswa dari luar daerah menjadi indikator bahwa UNTRIB mulai mendapatkan perhatian dari calon mahasiswa di wilayah lain.

Salah satunya adalah Marsel Jambrnias, mahasiswa baru yang berasal dari Ambon. Ia mengaku memilih UNTRIB atas kemauan sendiri dan bukan karena paksaan dari keluarga.

Marsel mengatakan salah satu pertimbangannya memilih UNTRIB adalah rekam jejak alumni kampus yang telah berkiprah di tengah masyarakat dan menjadi pemimpin di berbagai bidang.

“Saya memilih kuliah di sini karena atas kemauan saya, bukan atas paksaan dari keluarga. Saya kuliah di sini karena ada alumni yang hari ini sudah jadi pemimpin, yaitu ada yang jadi kepala desa dan lainnya,” ungkap Marsel.

Selain kiprah alumni, ia juga tertarik dengan kompetensi para dosen serta fasilitas yang tersedia di lingkungan kampus.

“Bukan hanya itu saja, tetapi semua dosen yang mengajar juga sangat berkompeten dan fasilitas juga sangat menunjang,” tambahnya.

Mahasiswa Didorong jadi Penggerak di Wilayah Kepulauan

Kehadiran mahasiswa baru dari berbagai daerah diharapkan memperkaya keberagaman dan pengalaman selama menjalani kehidupan akademik di UNTRIB.

Tema “Menjelajahi Kepulauan, Menciptakan Inovasi, dan Menghadirkan Dampak” juga menjadi pesan agar mahasiswa tidak hanya berorientasi pada pencapaian akademik, tetapi mampu melihat berbagai persoalan di wilayah kepulauan sebagai ruang untuk melahirkan gagasan dan solusi.

Melalui rangkaian PKKMB, mahasiswa baru diperkenalkan dengan nilai akademik, kehidupan kemahasiswaan, tanggung jawab sosial serta semangat pengabdian kepada masyarakat.

Kampus berharap mahasiswa UNTRIB nantinya mampu membangun kolaborasi lintas daerah dan bidang keilmuan untuk menjawab berbagai tantangan yang dihadapi masyarakat kepulauan.

Dengan masuknya mahasiswa dari luar Alor, PKKMB UNTRIB 2026 sekaligus menjadi titik awal untuk membangun jejaring yang lebih luas. Keberagaman latar belakang mahasiswa diharapkan menjadi modal untuk menciptakan inovasi dan menghadirkan dampak nyata bagi masyarakat. (rnc)