Ia menegaskan, semangat gotong royong tidak boleh berhenti pada masa tanggap darurat. Solidaritas tersebut perlu terus dijaga hingga masyarakat terdampak memasuki tahapan rehabilitasi dan rekonstruksi.

“Solidaritas dan gotong royong ini harus terus kita jaga. Bukan hanya saat tanggap darurat, tetapi sampai saudara-saudara kita di Flores benar-benar dapat bangkit dan memulihkan kehidupannya,” katanya.

Pameran Pembangunan NTT 2026 pun meninggalkan lebih dari sekadar catatan transaksi ekonomi dan jumlah kunjungan.

Di tengah promosi pembangunan, aktivitas UMKM dan berbagai kegiatan masyarakat, arena pameran menjadi ruang tumbuhnya kepedulian sosial.

Dari satu kegiatan, lahir dua dampak sekaligus: aktivitas ekonomi yang memberikan manfaat bagi pelaku usaha serta solidaritas kemanusiaan bagi masyarakat Flores yang terdampak gempa.

Hal tersebut menunjukkan bahwa pembangunan daerah dan kepedulian terhadap sesama dapat berjalan bersama di tengah masyarakat NTT. (*/rnc)