Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
Ia menyoroti pentingnya evaluasi terhadap pelaksanaan program pertanian agar pendampingan yang dilakukan tidak berhenti pada aspek administratif, tetapi menghasilkan manfaat yang dapat dirasakan langsung oleh petani.
“Saya melihat selama ini pendampingan hanya formalitas untuk memberikan laporan bahwa program yang mereka jalankan itu terserap, tetapi output hampir tidak ada,” kritiknya.
Selain pendampingan, Kristo juga berharap Pemerintah Kabupaten TTU melalui Dinas Pertanian dapat memberikan dukungan anggaran yang berpihak kepada petani, terutama dalam penyediaan sarana dan teknologi pertanian.
“Kami akan bergandengan tangan dengan Pemda, supaya para petani bisa mendapat peluang dengan cara yang lebih praktis. Ketersediaan alat teknologi pertanian, tentu akan melancarkan pekerjaan mereka,” ungkapnya.
Ajak Generasi Muda Berani Bertani
Menutup wawancara, Kristo Haki mengajak masyarakat TTU, khususnya generasi muda yang memiliki ketertarikan terhadap dunia pertanian, untuk berani terjun ke sektor tersebut.
Ia menilai kehadiran dapur-dapur MBG dapat membuka peluang pemasaran bagi hasil pertanian lokal, termasuk sayur dan buah-buahan yang diproduksi kelompok tani.
“Harga sayur dan buah yang masuk ke dapur MBG itu sangat bagus untuk petani. Misalnya harga sayur per kilo 15 ribu. Peluang ini harus kita tangkap,” tuturnya.

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan