Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
Budidaya semangka ini diarahkan untuk memanfaatkan peluang pasar dari dapur-dapur MBG. Dengan adanya pendampingan mulai dari persiapan lahan hingga penyediaan bibit, HKTI berharap petani dapat meningkatkan produksi dan mengambil bagian dalam rantai pasok kebutuhan pangan program tersebut.
Keterbatasan Air dan Teknologi Jadi Tantangan Petani
Di sisi lain, Kristo Haki mengakui bahwa ketersediaan air masih menjadi salah satu persoalan mendasar yang dihadapi petani di Kabupaten TTU. Selain itu, keterbatasan teknologi pertanian juga menjadi kendala dalam meningkatkan efisiensi pekerjaan petani.
“Yang kami lakukan sekarang, itu di tempat di mana ketersediaan air cukup untuk bisa membantu petani dari tanam sampai panen,” katanya.
Ia menegaskan, HKTI akan berupaya membangun komunikasi secara berjenjang, mulai dari tingkat kabupaten, provinsi, hingga pusat, untuk mencari solusi atas berbagai kendala yang dihadapi petani.
“Lewat organisasi ini, secara berjenjang dari provinsi hingga ke pusat, kita akan membangun komunikasi sehingga kesulitan yang dihadapi petani bisa sedikit teratasi,” sambung Sekretaris DPC Gerindra DPRD TTU itu.
Dorong Dinas Pertanian TTU Tangkap Peluang Program MBG
Sebagai Ketua Fraksi Gerindra sekaligus bagian dari Badan Anggaran (Banggar) DPRD TTU, Kristo Haki mengaku terus mendorong Dinas Pertanian setempat agar mampu menangkap peluang dari program MBG melalui program yang tepat sasaran dan pendampingan yang serius.

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan