Kupang, RakyatNTT.ID – Masyarakat Diaspora Rote Ndao menyampaikan duka mendalam atas meninggalnya Willi Mbuik, aparatur sipil negara (ASN) asal Kabupaten Rote Ndao yang menjadi korban penembakan di Distrik Muliama, Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan, Rabu (9/9/2026).

Ketua Diaspora Rote Ndao, Alfred H.J. Zacharias, menyampaikan belasungkawa sekaligus mengecam keras peristiwa yang merenggut nyawa Willi Mbuik tersebut.

Pernyataan itu disampaikan Alfred kepada media ini di Kupang, Rabu (16/9/2026).

“Atas nama masyarakat Diaspora Rote Ndao, kami menyampaikan turut berduka cita atas meninggalnya saudara Willi Mbuik. Kami mengutuk keras kejadian penembakan tersebut sebagai perbuatan yang tidak berperikemanusiaan,” ujar Alfred.

Menurut Alfred, negara harus memastikan kehadiran dan perlindungan bagi setiap warga negara yang menjalankan tugas, termasuk para ASN yang bekerja di wilayah Papua.

Ia meminta pemerintah bersama aparat keamanan meningkatkan perlindungan terhadap para ASN dan masyarakat sipil agar kejadian serupa tidak kembali terjadi.

“Kami meminta negara harus hadir untuk melindungi dan menjaga setiap anak bangsa yang bekerja sebagai ASN, khususnya di wilayah Papua, sehingga kejadian seperti ini tidak terulang kembali,” katanya.

Diaspora Rote Ndao Minta Pelaku Diusut

Selain menyampaikan dukacita, Diaspora Rote Ndao juga mendesak aparat keamanan mengusut tuntas kasus penembakan tersebut.