Rombongan tersebut dipimpin Dirintelkam Polda NTT Kombes Pol Danang Kuswoyo dan Kabid TIK Polda NTT Kombes Pol Yoseph Krisbiyanto. Mereka didampingi jajaran PJU Polres Sumba Barat serta pemerintah Kecamatan Loli dan pemerintah desa setempat.

Kedatangan rombongan disambut keluarga JT Dalam pertemuan tersebut, keluarga menyampaikan permohonan maaf atas insiden penyerangan Mapolres Sumba Barat yang terjadi pada Selasa.

Kapolres menyampaikan belasungkawa kepada keluarga.

“Kami menyampaikan turut berduka cita atas apa yang menimpa korban dan keluarga. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan dan ketabahan dalam menghadapi suasana duka ini,” ujar Yohanis.

Kapolres juga mengajak masyarakat menjaga keamanan dan ketertiban serta tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang dapat memperkeruh situasi.

Ia meminta persoalan hukum diselesaikan melalui prosedur yang berlaku.

Pengungkapan kasus bermula dari penyelidikan polisi terhadap sejumlah laporan pencurian ternak di Sumba Barat dan Sumba Tengah.

Pada Selasa (15/9/2026) sekitar pukul 02.00 WITA, polisi menangkap ASBL dan KY. Dari pemeriksaan terhadap keduanya, polisi kemudian memperoleh informasi mengenai keterlibatan YKM dan JT.

YKM kemudian ditangkap sekitar pukul 06.00 WITA.