“Karena di banyak daerah, yang bisa menjangkau pelosok-pelosok itu hanya BPD. Himbara tidak bisa,” lanjut Charlie.

Pengalihan Gaji ASN Dinilai Bisa Berdampak pada Kredit

Selain persoalan jaringan, Charlie juga menyoroti dampak pengalihan gaji terhadap kredit ASN yang selama ini menggunakan layanan pembiayaan dari BPD.

Ia mengatakan, banyak ASN memiliki pinjaman di bank daerah. Jika rekening pembayaran gaji mereka dialihkan ke Himbara, kondisi tersebut dinilai berpotensi memengaruhi kelancaran pembayaran kredit.

“Kedua, banyak ASN itu punya pinjaman di BPD. Kalau gaji mereka dialihkan ke Himbara, bisa terjadi kredit bermasalah,” ungkapnya.

Charlie menilai persoalan tersebut tidak bisa dianggap sederhana. Menurutnya, pembayaran gaji ASN berkaitan langsung dengan kemampuan debitur dalam memenuhi kewajiban kreditnya.

Gaji ASN Disebut Jadi Sumber Likuiditas BPD

Charlie juga menegaskan bahwa gaji ASN memiliki peran penting terhadap likuiditas bank daerah.

Dana yang berputar melalui BPD, kata dia, dapat kembali disalurkan dalam bentuk pembiayaan kepada masyarakat. Karena itu, pengalihan gaji ASN bukan sekadar persoalan memindahkan rekening pembayaran, tetapi juga dapat berdampak terhadap kemampuan BPD menjalankan fungsi intermediasi.