Di tingkat masyarakat, bentuk usaha perempuan juga beragam, mulai dari perdagangan hasil pertanian dan perikanan, pengolahan makanan lokal, kuliner, kerajinan hingga usaha yang berbasis budaya.

Dalam konteks tersebut, produk lokal tidak hanya memiliki nilai ekonomi, tetapi juga menjadi bagian dari identitas daerah. Ketika mampu dikembangkan dan dipasarkan lebih luas, produk tersebut dapat menjadi penghubung antara ekonomi masyarakat lokal dan pasar nasional.

Pemberdayaan Perempuan Didorong Menuju Kemandirian

Salah satu poin yang mengemuka dalam kegiatan tersebut adalah pentingnya menggeser pendekatan pemberdayaan dari sekadar pemberian bantuan menuju peningkatan kapasitas dan kemandirian.

Perempuan pelaku usaha dipandang memiliki modal ekonomi, sosial, budaya serta pengetahuan lokal yang dapat dikembangkan.

Karena itu, program pemberdayaan dapat diarahkan pada pelatihan kewirausahaan, pembiayaan, pendampingan usaha, pemanfaatan teknologi digital, penguatan koperasi, sertifikasi produk, peningkatan kualitas kemasan, perluasan pasar hingga keterhubungan dengan rantai pasok.

Dengan pendekatan tersebut, Sosialisasi Empat Pilar tidak berhenti pada pemahaman konseptual mengenai nilai-nilai kebangsaan, tetapi dikaitkan dengan persoalan yang dihadapi masyarakat dalam kehidupan sehari-hari.

Mama-Mama Dorong Penguatan Ekonomi Kerakyatan

Dalam sesi dialog, peserta menyampaikan sejumlah aspirasi terkait pemberdayaan ekonomi perempuan dan pengembangan usaha masyarakat.