Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
Karena itu, penguatan hubungan lintas lembaga berpotensi memberikan dampak lebih luas terhadap rantai industri perumahan.
Pertemuan APERSI dengan BPJS Ketenagakerjaan dan BSI diharapkan tidak berhenti pada komunikasi awal. Pembahasan tersebut dapat menjadi pintu masuk untuk merumuskan bentuk kerja sama yang lebih konkret sesuai kebutuhan masing-masing pihak.
Tantangan Perumahan NTT Butuh Kolaborasi
NTT memiliki karakteristik tersendiri dalam pengembangan sektor perumahan. Kondisi geografis sebagai wilayah kepulauan, karakteristik wilayah, daya beli masyarakat, hingga kebutuhan pembiayaan menjadi sejumlah faktor yang perlu diperhitungkan dalam pengembangan hunian.
Kondisi tersebut membuat kolaborasi lintas sektor menjadi semakin penting.
Pengembang tidak dapat bekerja sendiri. Dukungan pemerintah, lembaga keuangan, institusi perlindungan tenaga kerja, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya dibutuhkan agar pembangunan perumahan dapat berjalan secara berkelanjutan.
Bagi APERSI, kemitraan dengan BPJS Ketenagakerjaan dan BSI merupakan bagian dari upaya membangun jejaring pendukung bagi industri perumahan di NTT.
Dari Kupang, APERSI Bangun Jejaring Perumahan
Pertemuan di Kupang menjadi salah satu langkah APERSI untuk memperluas komunikasi dengan lembaga strategis.

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan