Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
DPRD mempertanyakan rencana penggunaan dana untuk penambahan jaringan pipa ketika persoalan utama yang perlu dijawab adalah ketersediaan sumber air, terutama saat musim kemarau.
“Bukannya untuk memastikan ketersediaan sumber air tapi mau pasang tambahan pipa di saat musim kemarau yang debit air lagi menurun,” ungkap Roby.
Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa DPRD meminta adanya prioritas yang lebih jelas dalam penggunaan anggaran. Penambahan jaringan distribusi dinilai perlu diikuti dengan kepastian ketersediaan air sehingga investasi yang dilakukan dapat memberikan dampak terhadap pelayanan masyarakat.
Pembahasan Berlanjut di Badan Anggaran
Tidak hanya berhenti di Komisi II, persoalan kelengkapan dokumen Perumda Air Minum juga terbawa dalam pembahasan di tingkat Badan Anggaran DPRD Kota Kupang.
Pembahasan anggaran Perumda akhirnya dinyatakan dipending dengan catatan agar perusahaan daerah tersebut melengkapi data perencanaan pendapatan secara akurat.
Dalam laporan hasil pembahasan Banggar yang diterima RakyatNTT.ID disebutkan bahwa penundaan dilakukan dengan catatan agar pada pembahasan berikutnya Perumda menyiapkan data perencanaan pendapatan yang akurat.
Dokumen tersebut dinilai penting untuk memperlancar proses pembahasan anggaran pada setiap tingkatan.

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan