Raih Juara 2 Tingkat Provinsi NTT

Kupang, RakyatNTT.ID – Tidak pernah terbayangkan, jika dedikasinya selama ini akan membuahkan hasil positif. Sebagai motor penggerak masyarakat di Desa Saisana’, Kecamatan Noebeba, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Yarni Nabuasa atau akrab disapa Yaya, melakoni kesehariannya seperti biasa. Pemberdayaan kepada masyarakat. Dia hanya berupaya mengajak anak-anak muda di desanya, membangun mimpi dari desa tanpa harus merantau.

Namun, tak kala undangan “Lomba Perempuan Dedikatif” dari Tim Penggerak PKK Provinsi NTT diterimanya, Yaya membulatkan tekad memenuhi undangan tersebut. Bukan untuk meraih juara, tapi sekadar menambah pengalaman, pun berbaur dengan para perempuan dedikatif se Nusa Tenggara Timur. “Tapi tak ada yang mustahil bagi Tuhan, saya bisa meraih juara dua tingkat provinsi. Penghargaan tertinggi dan yang pertama kalinya selama saya mengikuti lomba. Terima kasih buat penyelenggara TP PKK Provinsi, terima kasih kepada bapak ku Fransiscus Go selaku mentor saya, dan juga kepada teman-teman Gen.z Gejala yang selalu mendukung ku,” kata Yaya kepada media ini, Senin (24/8/2026).

Kebanggaan Yaya bukannya tanpa alasan. Pasalnya, saat technical meeting, bocoran yang dia peroleh sempat membuatnya tidak percaya diri. “Lawan saya katanya para dokter dan beberapa perempuan hebat bergelar S2 & Doktor. Ada juga yang se-profesi dengan saya, tetapi mereka sudah pengalaman bertahun-tahun, termasuk juara satu yang selalu juara tiap tahun. Bagi saya, ikut lomba ini untuk menambah wawasan dan pengalaman berorganisasi. Tapi Puji Tuhan, bisa meraih juara dua,” tambahnya.

Dalam Lomba Perempuan Dedikatif yang dihelat hari Minggu, 23 Agustus 2026, di lokasi Pameran Pembangunan Pemprov NTT depan Hotel Harper Kupang, Yaya mempersentasekan kisahnya sebagai motor penggerak masyarakat pada beberapa desa yang ada di Kabupaten TTS. “Saya bercerita tentang bagaimana kami yang tergabung dalam Gen.z Gejala (Gerakan Jaga Alam), membuat kebun edukasi dan dapur hidup. Kami memanfaatkan lahan yang ada di sekitar masyarakat, tanpa harus merusak alam. Upaya ini telah membuahkan hasil positif, dimana anak-anak muda di desa kami membangun mimpinya tanpa perlu merantau ke kota atau daerah lain,” papar Yaya.

“Selaku motor penggerak Gen.z Gejala yang menggerakan komunitas ini di beberapa desa di Kabupaten TTS, saya akan terus berkomitmen untuk melakukan pendampingan dan pemberdayaan kepada masyarakat desa. Apalagi kami mendapat support dari Yayasan Felix Maria Go yang dipimpin bapak Fransiscus Go. Semoga kegiatan-kegiatan kami selanjutnya tetap mendapat dukungan dari beliau,” pungkas Yaya. (rnc)