Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
Seba, RakyatNTT.ID – Wakil Bupati Sabu Raijua, Ir. Thobias Uly, M.Si., membuka secara resmi kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Penguatan Literasi dan Numerasi bagi sekolah penerima BOS Kinerja terbaik Gugus 3, Kamis (27/8/2026).
Kegiatan tersebut berlangsung di SMP Satap Lederaga, Kecamatan Hawu Mehara, dan diikuti para kepala sekolah, pengelola PAUD, serta tenaga pendidik dari sejumlah satuan pendidikan di Gugus 3.
Turut hadir Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Sabu Raijua, Kepala Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan, para narasumber, Kepala SMP Satap Lederaga, serta jajaran pendidik.
Empat Sekolah Raih BOS Kinerja Terbaik 2026
Dalam sambutannya, Thobias memberikan apresiasi kepada empat satuan pendidikan yang tergabung dalam Gugus 3 dan berhasil meraih predikat penerima BOS Kinerja terbaik Tahun 2026.
Keempat satuan pendidikan tersebut yakni:
- UPTD SMPN Satap Lederaga
- UPTD SDI Daiae
- SDK Mehona
- PAUD Anak Bangsa
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Sabu Raijua, saya menyampaikan apresiasi kepada empat satuan pendidikan yang tergabung dalam Gugus 3 sebagai penerima BOS Kinerja terbaik Tahun 2026,” ujar Thobias.
Menurutnya, predikat tersebut merupakan bentuk penghargaan terhadap kinerja satuan pendidikan. Namun, capaian itu juga harus menjadi motivasi sekaligus tanggung jawab untuk terus meningkatkan kualitas pembelajaran.
Literasi dan Numerasi jadi Fondasi Pendidikan
Thobias menegaskan bahwa literasi dan numerasi merupakan fondasi penting dalam keberhasilan proses belajar peserta didik.
Ia menilai kemampuan tersebut perlu terus diperkuat karena masih ditemukan rendahnya pemahaman numerasi di berbagai jenjang pendidikan.
“Terkait kegiatan hari ini, kita banyak melihat kejadian di media sosial yang memperlihatkan minimnya pemahaman terkait numerasi, bahkan pada jenjang SMA. Karena itu, kegiatan ini sangat penting,” ungkapnya.
Wakil Bupati menjelaskan, literasi tidak hanya berkaitan dengan kemampuan membaca. Demikian pula numerasi tidak sebatas kemampuan berhitung.
Keduanya mencakup kemampuan memahami informasi, berpikir kritis, bernalar, menggunakan data, serta memecahkan persoalan yang ditemui dalam kehidupan sehari-hari.
Karena itu, penguatan literasi dan numerasi diharapkan tidak berhenti pada pelaksanaan Bimtek, tetapi diterapkan secara nyata dalam proses pembelajaran di kelas.
Guru Diminta Sebarkan Ilmu Hasil Bimtek
Thobias juga meminta para peserta Bimtek aktif menggali pengetahuan dari narasumber dan membagikannya kepada tenaga pendidik lainnya.
“Jadi, Bapak/Ibu yang mendapatkan ilmu hari ini wajib juga berbagi dengan teman-teman pendidik lainnya. Selama kegiatan, harus aktif bertanya dan merespons. Ini adalah kesempatan untuk menggali dan mendapatkan ilmu dari para narasumber,” lanjutnya.
Menurutnya, peningkatan kualitas pendidikan membutuhkan proses yang berkelanjutan. Pengetahuan dan strategi pembelajaran yang diperoleh melalui Bimtek harus diterapkan dan dikembangkan sesuai kondisi peserta didik.
Budaya Lokal Sabu Raijua Bisa jadi Sumber Belajar
Selain penguatan kemampuan dasar, Thobias mendorong para guru mengembangkan pembelajaran yang kontekstual, kreatif, dan sesuai kebutuhan peserta didik.
Ia menilai lingkungan sekitar, kehidupan sehari-hari, serta budaya lokal Sabu Raijua dapat dimanfaatkan sebagai sumber dan konteks pembelajaran.
Pendekatan tersebut dinilai dapat membuat materi pembelajaran lebih dekat dengan kehidupan peserta didik sehingga mereka tidak hanya memahami teori, tetapi mampu menggunakannya dalam menghadapi persoalan nyata.
Pemkab Sabu Raijua Dorong Kolaborasi Pendidikan
Pemerintah Kabupaten Sabu Raijua, kata Thobias, akan terus memberikan dukungan terhadap berbagai upaya peningkatan mutu pendidikan.
Namun, keberhasilan pembangunan pendidikan tidak dapat hanya mengandalkan pemerintah. Dibutuhkan kolaborasi antara pemerintah, satuan pendidikan, tenaga pendidik, peserta didik, dan masyarakat.
“Mari kita bergerak bersama membangun generasi Sabu Raijua yang literat, numerat, kritis, kreatif, dan mampu memecahkan masalah,” tutup Thobias.
Pelaksanaan Bimtek tersebut diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat kapasitas tenaga pendidik sekaligus memastikan prestasi sebagai penerima BOS Kinerja terbaik 2026 diikuti dengan peningkatan kualitas pembelajaran yang dirasakan langsung oleh peserta didik. (*/rnc)

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan