Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
Terlebih, saat ini terdapat program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (Kopdes Merah Putih) yang diharapkan dapat menjadi salah satu instrumen untuk membantu petani.
“Petani berharap harga stabil. Pemerintah harus ambil alih, apalagi ada Komdes Merah Putih. Kalau swasta, bisa membuat harga semau dan seenaknya,” ujarnya.
Ia menilai stabilitas harga sangat penting, mengingat jagung merupakan salah satu komoditas pertanian yang menjadi sumber penghasilan masyarakat di SBD.
Soroti Ketersediaan Pupuk Subsidi
Selain persoalan harga jagung, Usman Husien juga menyoroti ketersediaan pupuk subsidi bagi petani.
Menurutnya, pupuk subsidi seharusnya tersedia dan dapat diterima petani sesuai kebutuhan.
Namun, persoalan terkadang muncul pada kemampuan distributor dalam menyalurkan pupuk yang telah dialokasikan.
Ia memberikan contoh, apabila kebutuhan atau alokasi pupuk subsidi untuk SBD mencapai 1.000 ton, tetapi distributor hanya memiliki kemampuan untuk menyediakan 500 ton, maka kondisi tersebut akan menjadi kendala bagi petani.
“Kalau contoh SBD 1.000 ton, tapi distributornya hanya mampu 500 ton, ini menjadi kendala,” jelasnya.
Karena itu, Usman Husien meminta pemerintah melakukan evaluasi terhadap distributor yang ditunjuk untuk menyalurkan pupuk subsidi.

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan