Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
Kupang, RakyatNTT.ID – Masalah kesehatan erat kaitannya dengan masalah ekonomi. Keterbatasan finansial membatasi kemampuan seseorang membeli makanan bergizi, membayar layanan medis, dan lain-lain.
Sama halnya yang terjadi di daerah lain, di Nusa Tenggara Timur, banyak masalah kesehatan berawal dari masalah ekonomi. Atas dasar ini, Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi NTT kini ikut serta dalam gerakan pemberdayaan UMKM. Intervensi program pemberdayaan ini menyasar kelompok masyarakat dan UMKM di Desa Lifuleo, Kecamatan Kupang Barat, Kabupaten Kupang.
Dalam pelaksanaannya, Dinkes NTT berkolaborasi dengan sejumlah pihak, diantara termasuk Dinas Perindustrian, Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM), dan Poltekkes Kemenkes Kupang.
Pendampingan UMKM yang dilakukan mencakup edukasi mengenai izin edar, persyaratan kemasan, pelabelan, iklan produk pangan, legalitas usaha serta strategi pemasaran digital. Dari proses pemberdayaan tersebut, pelaku UMKM di Desa Lifuleo kini telah menghasilkan sejumlah produk olahan pangan berbasis bahan lokal, antara lain kukis dan selai kacang.
Dukung Program OVOP
Kepala Dinkes NTT, Ruth Diana Laiskodat menjelaskan bahwa intervensi OPD kesehatan di Desa Lifuleo merupakan bentuk kolaborasi berbagai pihak untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan dan kemandirian masyarakat.

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan