Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
Mbay, RakyatNTT.ID – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan perkembangan terbaru dampak gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT). Hingga Rabu (26/8/2026), tercatat 105 orang meninggal dunia dan 1.678 orang mengalami luka-luka.
Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto menyampaikan data tersebut saat memberikan laporan kepada Presiden Prabowo Subianto dalam rapat penanganan bencana di Batalyon Teritorial Pembangunan Kabupaten Nagekeo, Rabu.
“Untuk dampak, Bapak Presiden kami laporkan, untuk yang meninggal dunia ada 105 jiwa, Bapak Presiden, luka-luka 1.678,” kata Suharyanto.
Selain korban meninggal dan luka-luka, jumlah warga yang harus mengungsi akibat bencana tersebut mencapai 179.037 orang.
81.436 Rumah Rusak akibat Gempa
BNPB juga mencatat kerusakan berat pada sektor permukiman. Sebanyak 81.436 rumah warga dilaporkan mengalami kerusakan akibat gempa yang mengguncang wilayah Flores dan sejumlah daerah di NTT.
Kerusakan tidak hanya terjadi pada rumah warga. Gempa juga berdampak terhadap berbagai fasilitas umum dan infrastruktur yang menjadi penunjang aktivitas masyarakat.
Suharyanto menyebut sejumlah fasilitas publik yang terdampak antara lain sekolah, masjid, serta kantor pemerintahan.
“Dan fasilitas umum yang lain, sekolah, masjid, kemudian juga ada kantor pemerintah,” ujarnya.
1.951 Fasilitas dan Infrastruktur Terdampak
Dalam laporan tersebut, BNPB juga menyampaikan bahwa sejumlah infrastruktur mengalami dampak akibat gempa dan longsor.
Namun, Suharyanto memastikan tidak terdapat jembatan yang mengalami kerusakan parah. Beberapa jembatan dilaporkan terdampak longsor.
“Alhamdulillah untuk jembatan-jembatan tidak ada yang rusak parah, hanya ada beberapa yang longsor,” katanya.
Secara keseluruhan, terdapat 1.951 unit fasilitas dan infrastruktur yang dilaporkan terdampak bencana.
Data terbaru tersebut menunjukkan besarnya dampak gempa M7,7 terhadap masyarakat NTT. Pemerintah pusat bersama pemerintah daerah, TNI, Polri, BNPB dan berbagai unsur terkait terus melakukan penanganan darurat, termasuk evakuasi, pelayanan kesehatan, distribusi bantuan, serta pemenuhan kebutuhan dasar warga di pengungsian.
Pemerintah juga terus mempersiapkan tahapan pemulihan untuk membantu masyarakat terdampak kembali menjalani kehidupan setelah masa tanggap darurat. (*/rnc)

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan