Kupang, RakyatNTT.ID – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat sebanyak 9.278 kali gempa susulan terjadi setelah gempa utama yang mengguncang wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) pada 15 Agustus 2026.

Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton Panjaitan, mengatakan data tersebut berdasarkan catatan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) hingga Sabtu (29/8/2026).

Dari ribuan gempa susulan tersebut, magnitudo terbesar mencapai 6,2, sedangkan yang terkecil tercatat sebesar 1,0. Sebanyak 152 gempa susulan dirasakan oleh warga.

Berton mengatakan aktivitas gempa susulan masih berpotensi terjadi dalam beberapa pekan setelah gempa utama.

“Gempa susulan masih terjadi hingga 3-4 minggu pascagempa utama,” jelas Berton dalam keterangannya, Sabtu (29/8/2026).

Korban Meninggal Tetap 111 Orang

Hingga Sabtu (29/8/2026) pukul 16.00 Wita, BNPB mencatat jumlah korban meninggal dunia akibat gempa masih 111 orang.

Tidak terdapat penambahan korban meninggal dibandingkan data sehari sebelumnya.

“Untuk hari ini (29/8/2026) sama dengan kemarin, tidak ada penambahan korban meninggal. Kita tetap berdoa agar tidak ada lagi korban meninggal,” kata Berton.

Korban meninggal tersebar di tujuh kabupaten di NTT. Kabupaten Manggarai menjadi wilayah dengan jumlah korban terbanyak.