“Untuk material tercatat ini ada beberapa jalan yang longsor dan tertutup. Datanya nanti akan disampaikan secara rinci dan lebih detail dari Kementerian PU,” ujar Suharyanto.

Selain infrastruktur jalan, sejumlah rumah warga juga mengalami kerusakan. BNPB masih melakukan pendataan untuk mengetahui jumlah pasti rumah yang terdampak.

Suharyanto menyebut terdapat puluhan rumah yang untuk sementara dikategorikan mengalami kerusakan berat, sedang maupun ringan.

“Ada beberapa rumah masyarakat ini tentu saja didata terus, didata terus berkembang terus. Kalau yang per hari ini ada puluhan rumah yang rusak berat, rusak sedang dan rusak ringan,” tuturnya.

Sejumlah Puskesmas Rusak

Dampak gempa juga dirasakan pada fasilitas pelayanan kesehatan di wilayah terdampak.

Suharyanto mengatakan sejumlah puskesmas mengalami kerusakan akibat guncangan gempa. Sementara itu, terdapat satu rumah sakit yang dilaporkan mengalami kerusakan, yakni rumah sakit di Maumere, Kabupaten Sikka.

“Tadi Bapak Menteri Kesehatan juga menginformasikan bahwa banyak puskesmas yang rusak, hanya satu rumah sakit yang rusak yaitu di Maumere,” imbuhnya.

Kerusakan fasilitas kesehatan menjadi perhatian pemerintah karena layanan medis tetap dibutuhkan untuk menangani korban luka maupun masyarakat yang terdampak bencana.

Gempa Nagekeo Sempat Picu Peringatan Tsunami

Sebelumnya, BMKG melaporkan gempa bumi kuat mengguncang wilayah Mbay, Kabupaten Nagekeo, NTT pada Sabtu (15/8/2026) pagi.