Data sementara yang dihimpun mencatat sebanyak 40.040 jiwa mengungsi di sejumlah kabupaten terdampak.

Rinciannya meliputi:

  • Manggarai: 6.487 orang.
  • Manggarai Timur: 966 orang berada di posko BPBD dan sekitar 14.000 orang mengungsi secara mandiri.
  • Manggarai Barat: 600 orang.
  • Nagekeo: 6.221 orang
  • Ende: 3.666 orang.
  • Sikka: 5.681 orang.
  • Ngada: 1.920 orang.

Besarnya jumlah pengungsi menggambarkan luasnya dampak bencana, termasuk tekanan psikologis yang dirasakan masyarakat setelah gempa dan rangkaian gempa susulan.

Warga yang rumahnya rusak maupun mereka yang masih khawatir terhadap gempa susulan memilih bertahan di lokasi pengungsian atau mengungsi secara mandiri ke tempat yang dinilai lebih aman.

11.925 Rumah Rusak

Kerusakan bangunan akibat gempa juga tercatat cukup besar. Data sementara menunjukkan terdapat 11.925 unit rumah rusak.

Dari jumlah tersebut, sebanyak:

  • 5.516 unit rusak berat;
  • 1.916 unit rusak sedang;
  • 4.493 unit rusak ringan.

Kerusakan tertinggi tercatat di Kabupaten Nagekeo, Manggarai Barat, dan Ngada.

Kerusakan ribuan rumah tersebut menjadi tantangan besar dalam proses pemulihan pascabencana. Selain kebutuhan tempat tinggal sementara bagi pengungsi, pemerintah dan pihak terkait perlu memastikan proses perbaikan serta pembangunan kembali rumah warga dapat dilakukan secara bertahap.

Operasi SAR Berlanjut, Pemulihan Mulai Diperkuat

Dengan tidak adanya laporan baru mengenai korban yang masih dalam pencarian berdasarkan informasi yang diterima tim, operasi SAR kini terus diarahkan pada penyisiran wilayah dan dukungan terhadap proses pemulihan.