Kupang, RakyatNTT.ID – Perayaan peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia tingkat Provinsi Nusa Tenggara Timur berlangsung khidmat di Alun-Alun Rumah Jabatan Gubernur NTT, Senin (17/8/2026) pagi.

Seluruh hadirin dan tamu undangan mengenakan busana adat dari sejumlah daerah di NTT. Gubernur Emanuel Melkiades Laka Lena dan Ketua TP PKK NTT Mindriyati Astiningsih mengenakan busana adat Manggarai Timur. Sedangkan Wakil Gubernur Johni Asadoma dan istrinya Vera Christina Sirait Asadoma mengenakan busana adat Nagekeo.

Dalam upacara tersebut, Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena bertindak selaku Inspektur Upacara. Sementara itu, Ketua DPRD NTT Emilia Nomleni bertindak sebagai pembaca Naskah Proklamasi. Pembacaan Pembukaan UUD 1945 oleh Kepala Kejaksaan Tinggi NTT Roch Adi Wibowo, sedangkan doa dipimpin oleh Kepala Kanwil Kementerian Agama Provinsi NTT, Fransiskus Kariyanto.

Iklan

Komandan Upacara dipercayakan kepada Komandan Batalyon Arhanud 9/Angkasa Widya Jayanta, Letnan Kolonel Arhanud Rahmad Situmorang.

Adapun tiga pelajar yang bertugas sebagai pengibar bendera yakni Abid Aqila Faeza Gibran Arsyad (siswa SMA Swasta Katolik Pancasila Borong), Ignasius Tefan Ghele (siswa SMA Swasta Katolik Syuradikara Ende) dan Benediktus Ronaldi Bawu (siswa SMA Negeri 1 Aimere). Sementara pembawa baki dipercayakan kepada Agnetta Michika Bunda Kaligis (Siswi SMA Negeri 1 Atambua).

Upacara bendera juga melibatkan paduan suara SMA Negeri 5 Kupang yang turut mengiringi dengan lagu-lagu nasional dan lagu daerah.

Tanpa Seremonial dan Pesta Rakyat

Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, peringatan HUT Kemerdekaan RI kali ini dirayakan sederhana. Tidak ada acara seremonial tambahan selepas upacara bendera.

Usai upacara, Gubernur Melki Laka Lena menegaskan bahwa peringatan HUT Kemerdekaan RI tahun ini digelar secara sederhana sebagai bentuk empati dan solidaritas terhadap masyarakat di Pulau Flores yang tengah menghadapi dampak bencana gempa bumi.

Gubernur mengatakan, Pemerintah Provinsi NTT memilih untuk tidak menyelenggarakan kegiatan seremonial maupun pesta rakyat setelah upacara. Hal yang sama juga akan dilakukan pada upacara penurunan bendera pada Senin sore yang akan berlangsung tanpa acara tambahan, termasuk tanpa tos kenegaraan. “Ini bagian dari kami turut merasakan kondisi yang terjadi di Pulau Flores,” ujar Gubernur.

Melki Laka Lena mengaku telah mengimbau kepala daerah di seluruh daratan Flores agar tetap melaksanakan upacara peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI, meskipun dilaksanakan secara sederhana dan hanya berupa upacara bendera.

Menurutnya, keputusan tersebut sekaligus menjadi bentuk pengalihan perhatian dan sumber daya pemerintah untuk memperkuat koordinasi penanganan dampak gempa bumi di Flores.

“Setelah acara ini tidak ada agenda yang lain, langsung kita bubar. Masing-masing koordinasi dengan instansinya masing-masing, dengan jalurnya, untuk persiapan penanganan mulai siang hari ini dan seterusnya,” ungkapnya. (rnc)