Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
Kupang, RakyatNTT.ID – Universitas Nusa Cendana (Undana) terus memperkuat kualitas pelayanan akademik melalui digitalisasi sistem pembayaran Uang Kuliah Tunggal (UKT).
Salah satu langkah yang disiapkan adalah penerapan pembayaran UKT berbasis Virtual Account (VA) yang terintegrasi dengan sistem akademik universitas.
Untuk mendukung kebijakan tersebut, Undana memperkuat kemitraan dengan tujuh bank, yakni Bank Mandiri, Bank Rakyat Indonesia (BRI), Bank Negara Indonesia (BNI), Bank Tabungan Negara (BTN), Bank Mandiri Taspen, Bank CIMB Niaga, dan Bank NTT.
Penguatan kemitraan tersebut dibahas dalam Rapat Penguatan Kemitraan Perbankan, Laporan Progres Bridging Sistem, dan Rekomendasi Zona Layanan Akademik Undana Tahun 2026 di Ruang Rapat Wakil Rektor I Bidang Akademik, Selasa (4/8/2026).
Rapat dipimpin WR I Bidang Akademik Undana, Prof. Dr. drh. Annytha I. R. Detha, M.Si., dan dihadiri WR II Bidang Umum dan Keuangan, Prof. Dr. Paul G. Tamelan, M.Si., WR IV Bidang Perencanaan, Kerja Sama, dan Sistem Informasi, Prof. Philiphi de Rozari, S.Si., M.Si., M.Sc., Ph.D., serta jajaran bidang akademik, keuangan dan pengelola sistem informasi Undana.
Undana Matangkan Bridging Sistem Pembayaran UKT
Rapat tersebut membahas perkembangan integrasi atau bridging sistem pembayaran UKT dengan tujuh bank mitra.
Selain itu, dibahas pula kesiapan layanan pembayaran melalui virtual account dan rekomendasi pembagian zona layanan akademik untuk mendukung kelancaran registrasi mahasiswa Semester Ganjil Tahun Akademik 2026/2027.
Prof. Annytha menjelaskan bahwa sebelumnya Undana telah melakukan pertemuan bersama seluruh bank mitra. Pertemuan tersebut mendapat respons positif dari perbankan yang menyatakan dukungan terhadap upaya universitas meningkatkan kualitas layanan pembayaran UKT.
Setelah pertemuan tersebut, proses integrasi terus dimatangkan agar sistem pembayaran UKT melalui virtual account dapat berjalan optimal, aman dan terhubung dengan sistem akademik Undana.
Sementara itu, WR IV Prof. Philiphi de Rozari menegaskan dukungannya terhadap kebijakan tersebut.
Menurutnya, sistem pembayaran digital akan memberikan kemudahan kepada mahasiswa sekaligus memperkuat transformasi digital di lingkungan Undana.
Dua Bank Masih Selesaikan Integrasi Sistem
Dalam rapat tersebut terungkap bahwa dari tujuh bank mitra, masih terdapat dua bank yang proses bridging sistemnya belum sepenuhnya rampung.
Penyempurnaan terus dilakukan agar kedua bank tersebut dapat segera terintegrasi dan digunakan dalam layanan pembayaran UKT mahasiswa.
Kesiapan sistem menjadi semakin penting karena mahasiswa lama saat ini sedang menjalani proses registrasi yang berlangsung sejak 27 Juli hingga 15 Agustus 2026.
Prof. Philiphi berharap seluruh proses integrasi dapat diselesaikan dalam waktu dekat sehingga mahasiswa dapat memanfaatkan seluruh pilihan layanan pembayaran yang disediakan universitas.
Mahasiswa Bisa Bayar UKT melalui 7 Bank
WR II Undana Prof. Paul G. Tamelan menjelaskan, mulai semester ini universitas menerapkan kebijakan baru berupa akses pembayaran UKT melalui beberapa bank dengan menggunakan sistem virtual account.
Menurutnya, kebijakan tersebut merupakan bagian dari upaya Undana menghadirkan pelayanan akademik yang lebih cepat, kompetitif dan memberikan keleluasaan kepada mahasiswa dalam memilih layanan perbankan.
“Semakin banyak bank yang dapat melayani pembayaran UKT, maka mahasiswa akan memperoleh kemudahan dalam bertransaksi. Di sisi lain, universitas juga dapat membandingkan kualitas layanan dari masing-masing bank sehingga pelayanan kepada mahasiswa terus meningkat,” jelas Prof. Paul.
Ia menambahkan bahwa secara nasional terdapat banyak bank yang telah memenuhi standar layanan pembayaran digital. Namun, penerapannya di Undana masih membutuhkan penyesuaian dengan regulasi dan mekanisme internal universitas.
Skema Pemilihan Bank Masih Dibahas
Selain integrasi sistem, Undana juga masih membahas mekanisme pemilihan bank yang akan digunakan mahasiswa.
Salah satu opsi yang dikaji adalah memberikan kebebasan kepada mahasiswa untuk memilih bank mitra secara mandiri. Alternatif lainnya adalah menerapkan pembagian berdasarkan fakultas atau zona layanan tertentu.
Skema tersebut dinilai penting untuk mempermudah administrasi, monitoring transaksi serta pengelolaan data pembayaran di lingkungan universitas.
“Hasil rapat hari ini akan menjadi dasar dalam penyusunan mekanisme pelayanan pembayaran yang paling efektif sehingga seluruh proses registrasi mahasiswa dapat berjalan lancar, cepat, tertib, dan akuntabel,” kata Prof. Paul.
Dorong Transformasi Digital Layanan Akademik Undana
Penguatan kerja sama dengan tujuh bank, penyelesaian bridging sistem dan penerapan virtual account menjadi bagian dari upaya Undana meningkatkan kualitas layanan akademik.
Sistem tersebut diharapkan dapat membuat proses pembayaran UKT menjadi lebih praktis sekaligus mempercepat proses registrasi mahasiswa setiap semester.
Langkah ini juga menjadi bagian dari komitmen Undana dalam memperkuat transformasi digital, efisiensi layanan dan tata kelola akademik di era digital.
Dengan semakin terintegrasinya sistem pembayaran dengan layanan akademik, Undana berharap mahasiswa memperoleh pengalaman layanan yang lebih mudah, aman, cepat dan transparan. (*/rnc)

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan