Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
Tim akademisi Undana membekali anggota Kelompok Maju Bersama dengan keterampilan menjaga kesegaran dan mutu ikan, melakukan diversifikasi produk olahan, hingga menerapkan strategi pemasaran yang lebih modern.
Dalam aspek pemasaran, peserta mendapatkan pendampingan mengenai peningkatan kualitas produk, perbaikan kemasan, pembuatan identitas produk, penetapan harga, serta pemanfaatan berbagai saluran pemasaran.
Seluruh proses tersebut mengacu pada prinsip ekonomi biru atau blue economy, yakni pemanfaatan sumber daya laut secara produktif dengan tetap memperhatikan keberlanjutan dan kelestarian lingkungan pesisir.
“Melalui inovasi pengolahan, penguatan kapasitas kelompok, dan strategi pemasaran yang tepat, hasil tangkap masyarakat Namosain diharapkan mampu menjadi penggerak ekonomi pesisir yang bernilai tambah dan berkelanjutan,” ujar Theny Pah mewakili Tim PkM.
Ubah Pola Jual Ikan Segar Menjadi Produk Bernilai Tinggi
Program Undana ini juga menyasar persoalan yang selama ini dihadapi nelayan pesisir Namosain, yakni ketergantungan pada penjualan ikan segar secara langsung.
Pola tersebut membuat hasil tangkapan memiliki risiko cepat rusak sekaligus membuat nelayan rentan terhadap fluktuasi harga pasar. Minimnya diversifikasi produk, teknologi pengolahan, dan kemasan yang menarik turut membuat nilai ekonomi hasil tangkapan belum optimal.

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan