Menurutnya, keputusan tersebut sengaja dilakukan agar instansi dan petugas di daerah dapat berkonsentrasi memberikan pelayanan kepada masyarakat tanpa terganggu oleh kegiatan protokoler kunjungan pejabat pusat.

“Memang sengaja saya di awal-awal saya tidak mau datang karena saya mau memberi kesempatan semua instansi untuk melayani rakyat langsung,” ujarnya.

Ia menilai terlalu banyak pejabat pusat datang pada fase awal bencana berpotensi memecah konsentrasi pemerintah daerah karena harus melakukan penyambutan dan kegiatan protokoler lainnya.

Namun, Prabowo memastikan pemerintah pusat terus memantau perkembangan penanganan bencana dan mengerahkan bantuan yang dibutuhkan.

“Yang paling penting dari pusat adalah mengerahkan pelayanan dan bantuan, itu yang paling penting,” tegasnya.

Prabowo Tekankan Keberanian Pemimpin

Dalam rapat tersebut, Presiden juga menekankan pentingnya keberanian bagi seorang pemimpin.

Menurutnya, pemimpin harus berani berpikir, bertanya, mendengar dan mencari tahu kondisi masyarakat, terutama mereka yang berada di wilayah paling jauh, paling sulit dan paling membutuhkan perhatian.

“Pemimpin itu harus berani, berani berpikir, berani bertanya, berani mendengar, berani mencari tahu yang benar-benar dirasakan orang yang paling jauh, paling susah, paling miskin, paling tidak berdaya,” ujar Prabowo.