Kedua, memanfaatkan forum Pra-Musrenbang untuk merumuskan solusi yang realistis dan konsisten dilaksanakan.

Ketiga, meningkatkan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya gizi seimbang, pola asuh yang baik, sanitasi lingkungan, serta pelayanan kesehatan ibu dan anak.

“Pencegahan stunting harus dimulai sejak dini,” pungkasnya.

Melalui Pra-Musrenbang Tematik tersebut, Pemerintah Kabupaten Sabu Raijua berharap dapat merumuskan program penanggulangan stunting yang lebih tepat sasaran dan berkelanjutan.

Meski prevalensi stunting tingkat kabupaten telah turun menjadi 25,5 persen, angka 26,39 persen di Kecamatan Sabu Tengah menunjukkan bahwa intervensi di tingkat desa dan keluarga masih perlu diperkuat.

Dengan kolaborasi lintas sektor dan pemanfaatan data sebagai dasar perencanaan, pemerintah berharap percepatan penurunan stunting dapat terus dilakukan sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Kabupaten Sabu Raijua. (*/rnc)