Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
Pihak sekolah kemudian berkoordinasi dengan pengawas dan mendapat arahan untuk memanggil guru yang bersangkutan guna memperoleh penjelasan sekaligus memberikan pembinaan.
Yuli memastikan pihak UPTD bersama Dinas Pendidikan dan Kebudayaan akan mengambil langkah terkait dugaan kekerasan tersebut.
Ia juga menyampaikan permohonan maaf atas kejadian yang menimpa siswa tersebut. Menurutnya, korban merupakan siswa yang selama ini dikenal memiliki perilaku baik dan pernah mendapatkan pembinaan dari pihak sekolah.
Keluarga Siapkan Laporan ke Polda NTT
Keluarga korban memastikan dugaan kekerasan tersebut akan dibawa ke jalur hukum. Ayah korban, JB, menyatakan akan melaporkan kejadian tersebut ke Polda NTT.
Ia menilai dampak yang dialami anaknya bukan hanya berkaitan dengan rasa sakit secara fisik, tetapi juga kondisi psikologis.
“Kalau tindakan saya sebagai orang tua yang merasa anak saya, maka saya tetap akan mengadu kepada pihak yang berwenang untuk menindaklanjut peristiwa yang terjadi pada anak saya,” tegas JB.
Keluarga berharap laporan tersebut dapat ditindaklanjuti secara serius sehingga dugaan kekerasan terhadap anak di lingkungan sekolah dapat diproses sesuai ketentuan yang berlaku.
Kasus ini juga menjadi perhatian penting terhadap perlindungan siswa di lingkungan pendidikan, khususnya memastikan proses pembelajaran berlangsung dalam suasana aman, nyaman dan bebas dari segala bentuk kekerasan. (rnc04)

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan