Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
Kupang, RakyatNTT.ID – Sinode GMIT melalui Badan Pengelolaan Aset dan Pemberdayaan Ekonomi (BPAPE) terus mendorong kemandirian ekonomi jemaat melalui penguatan sektor pertanian. Salah satunya diwujudkan lewat pelatihan hortikultura bagi kelompok tani binaan program Mission 21–GMIT.
Pelatihan tersebut berlangsung selama dua hari, Kamis-Jumat (27–28 Agustus 2026), di Gereja GMIT Pniel Koka, Klasis Amarasi Timur.
Kegiatan ini dirancang untuk meningkatkan kapasitas petani jemaat melalui keterampilan teknis pertanian berkelanjutan. Upaya tersebut dinilai penting untuk menjawab berbagai tantangan pertanian di Amarasi Timur, mulai dari dampak perubahan iklim, keterbatasan akses teknologi, hingga kemampuan pengelolaan usaha tani yang masih perlu diperkuat.
Gereja Dorong Kemandirian Ekonomi Jemaat
Bendahara Sinode GMIT, Pnt. Yefta Sanam, mengatakan gereja memiliki peran penting dalam mendukung kemandirian ekonomi jemaat.
Dalam suara gembalanya, ia menekankan bahwa pemberdayaan sektor pertanian dan peternakan dapat menjadi salah satu fondasi dalam meningkatkan kesejahteraan keluarga.
Menurutnya, pengelolaan pertanian yang baik dan pemahaman ekonomi yang memadai dapat berdampak langsung terhadap berbagai aspek kehidupan keluarga, termasuk kesehatan, pendidikan anak, hingga keberlanjutan pelayanan gereja.
“Untuk mencapai hal ini, para pemimpin gereja tidak lagi hanya fokus pada pelayanan di atas mimbar, tetapi juga turun langsung mendampingi jemaat dalam mengelola perkebunan dan peternakan mereka,” ujar Pnt. Yefta.
Ia menilai upaya tersebut membutuhkan sinergi antara jemaat, klasis, sinode, dan pemerintah agar program pemberdayaan dapat memberikan dampak berkelanjutan.
Selain itu, kearifan lokal masyarakat Amarasi, termasuk tradisi peternakan, dinilai perlu dipertahankan dan diwariskan kepada generasi berikutnya.
Kearifan tersebut tidak hanya berpotensi menjadi penopang ekonomi masyarakat, tetapi juga dapat mendukung pemenuhan kebutuhan gizi keluarga.
BPAPE Sinode GMIT Fokus Perkuat Kapasitas Petani
Ketua BPAPE Sinode GMIT, Pdt. Yunus Kay Tulang, mengatakan gereja memiliki tanggung jawab untuk hadir dalam berbagai persoalan sosial dan ekonomi yang dihadapi jemaat.
Menurutnya, pelayanan gereja tidak hanya berkaitan dengan aspek spiritual, tetapi juga menyentuh kehidupan ekonomi masyarakat.
“Pelatihan pertanian ini diharapkan menjadi sarana peningkatan kapasitas jemaat agar mampu mengelola lahan secara berkelanjutan, meningkatkan hasil produksi, serta memperkuat ketahanan pangan keluarga,” tutur Pdt. Yunus.
Sektor pertanian menjadi perhatian karena sebagian besar masyarakat di wilayah Amarasi Timur masih menggantungkan kehidupan dan pendapatan keluarga dari aktivitas pertanian.
Melalui pelatihan tersebut, petani diharapkan tidak hanya meningkatkan produksi, tetapi juga memiliki pengetahuan untuk mengelola lahan dan usaha tani secara lebih efektif.
Petani Belajar Pembibitan hingga Pengendalian Hama
Selama pelatihan, peserta mendapatkan materi sekaligus praktik mengenai berbagai teknik dasar hingga lanjutan dalam budidaya hortikultura.
Materi yang diberikan antara lain pemilihan benih dan varietas, praktik pembibitan, persiapan lahan dan bedengan, serta penentuan jarak tanam.
Peserta juga mendapatkan pengetahuan mengenai:
- Pemupukan berimbang.
- Pengelolaan air untuk tanaman.
- Identifikasi dan pengendalian hama.
- Budidaya sayuran.
- Budidaya cabai dan tomat.
- Budidaya bawang.
- Budidaya padi.
- Pembuatan pupuk bokashi.
- Pembuatan NPK cair.
Materi tersebut diharapkan dapat langsung diterapkan oleh petani dalam aktivitas pertanian sehari-hari.
Dengan penerapan teknik pertanian yang lebih tepat, produktivitas lahan diharapkan meningkat sekaligus mengurangi ketergantungan petani terhadap metode konvensional yang kurang adaptif terhadap perubahan kondisi lingkungan.
Diikuti Empat Jemaat Binaan
Pelatihan hortikultura ini diikuti perwakilan petani dari empat jemaat binaan program Mission 21–GMIT.
Keempat jemaat tersebut yakni GMIT Pniel Koka, GMIT Galed Oesena, GMIT Hananial Puskou, dan GMIT Maranatha Nohaen.
Kegiatan turut dihadiri Ketua Majelis Klasis Amarasi Timur Pdt. Marsel Rehabeam Toean dan Ketua Majelis Jemaat Pniel Koka Pdt. Yane O. Ton Lakapu.
Melalui program tersebut, Sinode GMIT berharap peningkatan kapasitas petani dapat menjadi bagian dari strategi jangka panjang untuk memperkuat ekonomi keluarga jemaat, meningkatkan produktivitas pertanian, sekaligus membangun ketahanan pangan masyarakat di Amarasi Timur. (*/rnc)

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan