Kupang, RakyatNTT.ID – Simson Lawa dipercaya memimpin Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Relawan Masyarakat Bersatu Gotong Royong (REL-MBG) Nusa Tenggara Timur (NTT) dalam upaya memperkuat keterlibatan masyarakat mengawal pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di daerah.

Kepengurusan REL-MBG akan dilantik di Hotel Bidakara, Jakarta, Sabtu (8/8/2026). Persiapan pelantikan disebut telah mencapai sekitar 90 persen dan akan dihadiri sejumlah tokoh serta pejabat negara.

Sekretaris Jenderal Relawan MBG, Dedi Lesmana, mengatakan panitia saat ini tinggal menyelesaikan sejumlah persiapan teknis menjelang pelantikan.

“Alhamdulillah, persiapan dari panitia sampai hari Kamis ini sudah sekitar 90 persen siap. Tinggal urusan-urusan kecil seperti pemasangan bendera dan atribut lainnya yang diselesaikan esok hari,” ujar Dedi saat dikonfirmasi, Kamis (6/8/2026).

Pelantikan tersebut menjadi momentum penting bagi organisasi untuk memperkuat struktur relawan di berbagai daerah, termasuk NTT.

Sejumlah Menteri Dijadwalkan Hadir

Ketua Pembina Relawan MBG yang juga Kepala Badan Komunikasi Pemerintah, M. Qodari, dipastikan hadir dalam agenda pelantikan.

Panitia juga mengundang sejumlah menteri Kabinet Merah Putih, di antaranya Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Maruarar Sirait, Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), Menteri Koperasi Ferry Juliantono, serta Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan.

Dedi mengatakan sekitar 75 persen pengurus DPW dari berbagai provinsi diperkirakan hadir dalam kegiatan tersebut.

Kehadiran pengurus daerah berasal dari berbagai kawasan, mulai dari Jawa, Sulawesi, Kalimantan, NTT hingga Papua.

Meski demikian, panitia memastikan kegiatan pelantikan tidak diarahkan menjadi agenda pengerahan massa.

“Kami tidak melakukan pengerahan massa. Hanya peserta dan tamu undangan resmi yang hadir, sekitar 350 orang,” jelas Dedi.

REL-MBG NTT Disiapkan Kawal Program MBG

Dengan terbentuknya kepengurusan di tingkat wilayah, relawan di daerah diharapkan memiliki peran lebih kuat dalam mendukung implementasi Program Makan Bergizi Gratis.

Untuk NTT, kepemimpinan Simson Lawa di DPW REL-MBG diharapkan mampu mengonsolidasikan jaringan relawan hingga tingkat daerah dan memperkuat koordinasi dalam mengawal pelaksanaan program.

Peran relawan tidak hanya diarahkan untuk menyosialisasikan program, tetapi juga mendorong keterlibatan masyarakat dalam memastikan program berjalan tepat sasaran.

Dedi mengatakan organisasi REL-MBG dibentuk dengan semangat gotong royong dan kemanusiaan serta menempatkan diri sebagai mitra strategis dalam mendukung program pembangunan sumber daya manusia.

“Harapannya organisasi ini dapat memberikan manfaat di tengah masyarakat, khususnya dalam pengawasan dan keterlibatan langsung program MBG bekerja sama dengan BGN di seluruh wilayah Indonesia,” pungkasnya.

Enam Pilar jadi Landasan Kerja REL-MBG

REL-MBG menyadari keberhasilan Program Makan Bergizi Gratis tidak hanya ditentukan oleh tersedianya makanan bergizi.

Program berskala nasional tersebut juga membutuhkan tata kelola yang profesional, kolaborasi lintas sektor, pengawasan berkelanjutan, serta keterlibatan masyarakat.

Atas dasar itu, REL-MBG menyusun Program Kerja 6 Pilar sebagai landasan organisasi dalam mendukung implementasi MBG secara berkelanjutan.

Enam pilar tersebut dirancang sebagai satu kesatuan dan tidak berdiri sendiri.

Pertama, Sinergi dan Kolaborasi Kelembagaan. Pilar ini diarahkan untuk memperkuat hubungan kerja sama antara relawan, pemerintah, lembaga terkait, masyarakat dan berbagai pemangku kepentingan lainnya.

Kedua, Pendampingan Tata Kelola SPPG. Pilar ini menempatkan relawan dalam upaya mendukung tata kelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) agar pelaksanaan program dapat berjalan secara efektif.

Ketiga, Pengawasan Melekat atau Built-in Control. Pengawasan menjadi bagian penting untuk memastikan pelaksanaan program sesuai dengan tujuan dan sasaran yang telah ditetapkan.

Keempat, Afirmasi Profesi dan Kesejahteraan. Pilar ini berkaitan dengan perhatian terhadap profesi serta kesejahteraan masyarakat yang terlibat dalam ekosistem program.

Kelima, Advokasi Publik dan Literasi Narasi. Melalui pilar ini, REL-MBG mendorong penyampaian informasi dan pemahaman publik mengenai Program Makan Bergizi Gratis secara lebih baik.

Keenam, Penguatan Rantai Pasok dan Ekonomi Kerakyatan. Pilar ini diarahkan agar program MBG tidak hanya menghasilkan manfaat dari sisi pemenuhan gizi, tetapi juga dapat memberikan dampak ekonomi kepada masyarakat.

MBG Diharapkan Beri Dampak Ekonomi

Penguatan rantai pasok menjadi salah satu bagian penting dalam konsep kerja REL-MBG.

Program Makan Bergizi Gratis memiliki ekosistem yang melibatkan berbagai pihak, sehingga pelaksanaannya diharapkan dapat membuka ruang bagi masyarakat untuk ikut berperan.

Dengan penguatan ekonomi kerakyatan, program tersebut diharapkan dapat memberikan efek berganda kepada pelaku usaha, petani, peternak, nelayan, serta kelompok masyarakat lainnya sesuai dengan potensi masing-masing daerah.

Dalam konteks NTT, pendekatan tersebut menjadi penting karena setiap kabupaten memiliki karakteristik ekonomi dan sumber daya yang berbeda.

Kepemimpinan Simson Lawa di DPW REL-MBG NTT diharapkan mampu menerjemahkan enam pilar tersebut sesuai dengan kebutuhan masyarakat di wilayah NTT.

Struktur Relawan Dibangun Berjenjang

REL-MBG juga menyiapkan struktur organisasi secara berjenjang mulai dari tingkat nasional hingga kecamatan.

Struktur tersebut dirancang untuk mendekatkan organisasi dengan masyarakat sekaligus membuat koordinasi dan pelayanan dapat dilakukan secara lebih efektif.

Keberadaan struktur hingga tingkat bawah diharapkan memungkinkan relawan memahami persoalan yang muncul dalam implementasi program secara lebih cepat.

Bagi REL-MBG, keterlibatan masyarakat merupakan bagian penting dari upaya memastikan Program Makan Bergizi Gratis berjalan sesuai tujuan.

Karena itu, relawan tidak hanya ditempatkan sebagai pendukung program, tetapi juga sebagai bagian dari ekosistem pengawasan, kolaborasi dan pemberdayaan masyarakat.

Pelantikan pengurus REL-MBG di Jakarta pada 8 Agustus 2026 menjadi momentum untuk memperkuat jaringan tersebut.

Dengan Simson Lawa di tingkat DPW NTT, organisasi diharapkan dapat membangun konsolidasi daerah sekaligus mengawal pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis agar semakin tepat sasaran dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat. (*/rnc)